KEPALA Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, mendampingi Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, SE., melakukan monitoring kegiatan cut and fill di lokasi relokasi rumah khusus bagi warga terdampak bencana, untuk memastikan kesiapan lahan relokasi sebelum memasuki tahapan pembangunan rumah.
“Pekerjaan cut and fill menjadi bagian penting dalam penataan lahan agar sesuai dengan perencanaan teknis dan aman untuk hunian,” kata Kadis Sendi Apriadi.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati meninjau langsung kondisi lapangan sekaligus menerima penjelasan dari Disperkim terkait progres pekerjaan, kesiapan lahan, serta tahapan pembangunan selanjutnya.
Diketahui, Disperkim Kabupaten Sukabumi resmi memulai tahap awal pembangunan hunian relokasi bagi penyintas bencana pergerakan tanah Kampung Gempol, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu. Langkah ini menandai dimulainya pembangunan kawasan relokasi seluas 5 hektare yang akan diberi nama Kampung Mubarakah.
Sebanyak 100 kepala keluarga penyintas bencana pergerakan tanah tahun 2024 akan direlokasi ke kawasan tersebut. Proses perataan lahan ditargetkan berlangsung sekitar tiga minggu dengan sistem bertahap. “Begitu satu blok siap, langsung kita mulai pembangunan rumah. Tidak menunggu seluruh lahan selesai. Prinsipnya, begitu tanah siap, pembangunan langsung berjalan,” jelasnya. /(adv)






