TBOnline, SUKABUMI ¦ Bertajuk Santunan Yatim dan Piatu Dalam Rangka Gebyar Muharram 1448 H, SPPG Dapur Amanda Cisaat Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Mitra H. Burhanudin, melaksanakan santunan kepada 600 an yatim piatu yang berasal dari Desa Cisaat dan Tenjojaya (Cicurug) serta Desa Tangkil (Cidahu), Kamis (9/7/2026).
Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap bulan Muharram ini, merupakan bagian dari tanggungjawab sosial kepada masyarakat.
“Santunan bukan hanya tentang memberikan bantuan materi, tetapi juga menghadirkan perhatian, kasih sayang, dan harapan bagi anak-anak yang telah kehilangan orang tua. Kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap Muharram, semoga santunan ini dapat memberikan manfaat, meringankan kebutuhan para anak yatim piatu, serta menjadi penyemangat agar mereka terus belajar, beribadah, dan berusaha keras dalam meraih cita-cita,” ungkap H. Burhan.
Ia juga mengingatkan bahwa Bulan Muharram yang dikenal masyarakat sebagai ‘Lebaran Yatim’ merupakan momentum untuk memperkuat kepedulian sosial, karena yatim piatu adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya keluarga atau lembaga tertentu.
“Anak-anakku semua jangan pernah merasa sendiri. Tetaplah menjadi pribadi yang kuat, rajin belajar, taat beribadah, dan terus berdoa. Insya Allah masih banyak orang yang peduli, mencintai, dan akan selalu mendukung masa depan kalian,” pesannya.
Dalam ajaran Islam, memuliakan anak yatim merupakan amalan yang memiliki kedudukan istimewa.
“Rasulullah SAW bahkan menjanjikan kedekatan di surga bagi mereka yang menyayangi dan memelihara anak yatim. Karena itu, kegiatan santunan tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga menjadi wujud pengamalan ajaran agama yang menumbuhkan solidaritas dan mempererat persaudaraan”.
Gebyar Muharram 1448 Hijriah diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya berbagi.
Kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata diyakini mampu menghadirkan harapan baru, sekaligus memastikan bahwa anak-anak yatim tumbuh dengan semangat, perhatian, dan keyakinan bahwa mereka tidak pernah berjalan sendiri dalam menggapai masa depan.






