TBOnline, MENTOK ¦ Aktivitas tambang ilegal di perairan Tembelok dan Kranggan, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, kembali marak paska lebaran Idul fitri 2026, situasi ini segera memicu sorotan publik karena aktivitas penambangan berlangsung terang-terangan seolah tanpa hambatan, meski sebelumnya aparat penegak hukum telah melakukan penertiban dan penangkapan.
Pantauan di lapangan hari ini (2/4/2026), ratusan ponton terparkir di sisi perairan Tembelok-Kranggan, diduga karena telah mendengar kabar bahwa hari ini ada penertiban, padahal sebelumnya ratusan ponton masih beroperasi.
“Hari ini kami turun, baik di darat dan maupun laut, dari Polres Bangka Barat untuk menyampaikan pesan agar para penambang yang ada di Tembelok Kranggan ini untuk segera mengosongkan aktivitas menambang. Namun kalau masih tidak mengindahkan, maka kami tidak segan untuk melakukan penindakan tegas, sesuai dengan hukum yang berlaku. Jadi kepada penambang yang hadir di sini agar menyampaikan kepada rekan-rekan yang tidak hadir, untuk segera meninggalkan aktivitas di area perairan Tembelok Kranggan,” tegas Kapolsek Mentok, Iptu Rusdi Yunial, kepada para penambang dan pemilik ponton.
Diketahui, ini kali ketiga Kapolsek Mentok, Iptu Rusdi Yunial, melalui Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, datang menghimbau para penambang. Ketika ditanyakan apakah ada penarikan/penyitaan terhadap ponton yang sedang parkir di perairan Tembelok dan Kranggan, Kapolsek Rusdi mempersilahkan agar menanyakan langsung ke pihak Polair.
Sementara itu, informasi yang beredar, para penambang di perairan Tembelok-Kranggan ini diduga memiliki “aturan main” tersendiri. “Kami di sini baru datang menarik dari laut daerah, kami datang ada pengurus-pengurus kami gandeng, kalau kami tidak ada yang suruh, tidak berani kami datang,” tutur sumber di lingkungan penambang.
Informasi sumber ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat, di satu sisi aparat telah melakukan penindakan dan himbauan. Namun, di sisi lain aktivitas tambang ilegal ini justru tumbuh subur dengan pola koordinasi, pungutan, dan pembagian hasil yang diduga semakin terstruktur. Publik pun menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk membongkar siapa saja pihak yang bermain di balik maraknya tambang ilegal di perairan Bangka Barat. fani tamzona






