TBOnline, SUKABUMI ¤ Al-Qur’an tentang Pendidikan dekat dengan kehidupan sehari hari, Sebagai agama yang sempurna, Islam juga sangat memperhatikan pendidikan, Alquran tentang pendidikan bisa dijadikan rujukan, Islam memiliki konsep, perspektif, falsafah dan tujuan dalam pendidikan. Ini akan membantu untuk menghasilkan pertumbuhan anak agar memiliki kepribadian yang seimbang dan harmonis serta menjadikan pedoman hidup manusia di dunia.
Di Dalam kitab suci Al-Qur’an terdapat ayat ayat yang menjadi dasar dalam pendidikan agar anak kelak terbentuk karakter yang sangat baik dunia maupun akhirat, bahkan Al-Hakim pernah berkata “Ajarkanlah kalimat pertama kepada anak anak kalian ‘La ilaha Illallah,”.
Pendidikan karakter telah lama menjadi bagian inti dari sejarah pendidikan itu sendiri, Pendekatan idealis dalam masyarakat modern memuncak dalam ide tentang kesadaran, Lahirnya pendidikan karakter bisa dikatakan sebagai sebuah usaha untuk menghidupkan kembali pedagogi ideal-spiritual yang sempat hilang diterjang gelombang positivisme.
Dalam sejarah perkembangannya memang manusia tunduk pada hukum-hukum alam, namun kebebasan yang dimiliki manusia memungkinkan manusia untuk menghayati kebebasan dan pertumbuhannya mengatasi kebutuhan fisik dan psikis semata, Manusia tidak sendiri mata taat pada aturan yang sifatnya mengatasi individu, dalam tata aturan nilai nilai moral, Pedoman nilai Kriteria yang menentukan kualitas tindakan manusia di dunia, Dinamika pemahaman pendidikan karakter berproses melalui tiga momen, yaitu historis, reflektif, dan praktis.
Momen historis yaitu usaha dan pengalaman umat manusia yang bergulat dalam menghidupi konsep dan praksis pendidikan khususnya dalam mengembangkan pendidikan karakter bagi anak didik sesuai dengan konteks zamannya.
Momen reflektif, yaitu sebuah momen yang melalui pemahaman intelektualnya, mencoba melihat masalah metodologis, filosofis, dan prinsip-prinsip yang berlaku bagi pendidikan karakter.
Dan yang terakhir saat praktis, yaitu dengan bekal pemahaman teoritis-konseptual itu, manusia menemukan secara efektif agar pendidikan karakter dapat efektif dilaksanakan di lapangan.
Disisi lain kontrol masyarakat terhadap anak didik sangat lemah, Masyarakat seolah tidak peduli dengan perilaku-perilaku anak didik yang sangat bertentangan dengan aturan agama, adat dan budaya yang syar’i, Sementara masyarakat adalah mesin ketiga dalam membentuk jiwa seorang anak manusia, Oleh karena itu mesin mesin pembentuk karakter anak manusia ini harus sehat, tidak dan bersih karena akan rusak pada Allah kelak, Memang kita menyadari bahwa instalan utama seorang anak adalah di rumah tangga (Ayah dan Ibu) akan tetapi pendidikan formal di sekolah atau perguruan tinggi (Guru dan dosen) sebagai mesin kedua dan masyarakat sebagai mesin ketiga dalam membentuk jiwa seorang anak manusia juga sangat menentukan. Disinilah letak fungsi dari pendidikan karakter Qur’ani dimana mengantarkan orang tua, guru atau guru dan masyarakat untuk berkarakter Qur’ani dan tanggung jawab terhadap perkembangan karakter anak tentang keterampilan (olah otak) dan qalbu (spiritual).
Tujuan pendidikan karakter Al-Qur’an adalah untuk menghasilkan anak didik yang berkarakter Al-Qur’an, Untuk menjadikan manusia yang berkarakter maka anak didik harus diarahkan sejak dini untuk memahami Al-Qur’an dengan mentalitasnya; membaca, mengkaji, mengamalkan dan mengajarkannya; hal ini juga berlaku sama pada hadits, Sehingga dengan mentadabburi Al-Qur’an dan Sunnah maka diharapkan anak didik menjadi anak yang berkepribadian sebagaimana pribadi Rasulullah yaitu pribadi Qur’ani, Pribadi yang menjadi penyelesai permasalahan bukan penambah masalah, Pribadi yang hidup dan menghidupkan dalam setiap perjalanan zaman, Pribadi yang mulia semulia al-Qur’an.
Tujuan pendidikan dalam latihan dengan Karakter Qur’ani adalah menjadikan anak didik sebagai manusia yang berkarakter Qur’ani dengan hasil yang ingin dicapai adalah anak didik yang mampu beradaptasi dan berdialog dengan zaman tanpa harus melepaskan identitas ketauhidannya.
Pendidik Islamiyyah
Pendidik adalah peran paling besar dalam memberi kontribusi kepada anak didiknya, masalah moral terjadi dari tahun ke tahun hingga dari zaman ke zaman, hal tersebut adalah bagian dari tanggung jawab pendidik, karena pendidik memiliki waktu dan kesempatan yang cukup banyak untuk berinteraksi dengan anak didiknya, sehingga jika sang pendidik mau memanfaatkan peluang ini, maka dia akan mampu membentuk moral siswanya.
“Jadilah pendidik yang penyantun, ahli fikih, dan ulama, Disebut pendidik apabila seseorang mendidik manusia dengan memberikan ilmu sedikit sedikit yang lama lama menjadi banyak.” (HR. Bukhari).
Untuk dapat membentuk moral siswanya menjadi baik maka ada beberapa persyaratan kompetensi yang harus dimiliki oleh sang pendidik tersebut yaitu :
Pertama, kompetensi kepribadian, sebagai seorang pendidik yang baik hendaknya harus mempunyai kepribadian yang baik pula, Kepribadian yang baik adalah kepribadian yang bertakwa kepada Allah swt, Kepribadian tersebut dapat tercermin melalui tutur kata yang sopan, Sebagai seorang pendidik sudah sepantasnya bertutur kata yang baik dan terarah, Cara berpakaian yang sopan, sebagai seorang pendidik juga harus dapat mencerminkan kepribadiannya melalu pakaian yang digunakan sehari hari, Walaupun di rumah kepribadian yang dimiliki seorang pendidik harus tetap terjaga karena pendidik tidak hanya menjadi cendekiawan yang terkenal melainkan juga sebagai panutan masyarakat, Perilaku yang baik, sopan, solidaritas yang tinggi juga harus dimiliki oleh seorang pendidik untuk dapat dicontoh oleh anak didik dan masyarakat sekitar.
Kedua, seorang pendidik harus berperan serta dalam membimbing peserta didiknya, Inilah yang dinamakan kompetensi pedagogik, Pendidik yang baik harus dapat mengarahkan perilaku peserta didik apabila kurang benar, pendidik tidak hanya bertugas menyampaikan materi saja di dalam pendidikan terutama di sekolah, Namun pendidik juga harus mementingkan moral para peserta didiknya, Kalau pendidik hanya mengedepankan prestasi dan pemahaman materi saja kepada siswa tidak akan menjamin setiap anak didik mempunyai kepribadian yang baik, Di sisi lain belajar tidak hanya untuk pandai menuntut ilmu yang harus dikuasai oleh anak didik, tetapi belajar juga mendalami cara bermoral yang baik, Hal yang dapat dilakukan pendidik dalam membimbing anak didiknya, dapat dilakukan dari kegiatan yang mudah dan sepele, Ketika siswa dihadapkan dalam sebuah ujian atau mengerjakan suatu soal evaluasi, di sini peran pendidik adalah mengamati tingkah laku anak didik dalam mengerjakan soal, Tidak diharapkan sebagai seorang pendidik hanya menerima jadi nilai yang dihasilkan oleh anak didik tanpa memperhatikan darimana anak didik memperoleh jawaban tersebut, Apakah dari mencontek, tanya temannya atau dari pikiran anak didik sendiri, Dalam hal ini pendidik sangat berperan penting, jika nanti anak didik terbiasa dengan kebiasaan buruknya maka akan sulit membentuk kepribadian siswa yang baik.
Ketiga, seorang pendidik mempunyai kompetensi profesional, Di mana dapat menyampaikan materi ajar dengan baik dan mampu menguasai materi yang diberikan kepada anak didik, Dalam menanamkan moral pada anak didik, pendidik dapat memberikan pendidikan karakter terkait dengan materi yang akan diberikan, Sekarang sudah disepakati bahwa setiap mata pelajaran harus terdapat pendidikan karakter. Tujuannya agar anak didik mampu mengambil hikmah atau nilai setelah mendapatkan pelajaran dari pendidik, Selain itu anak didik juga dapat mengimplementasikan nilai nilai yang terkandung dalam setiap mata pelajaran di kehidupan sehari-hari, Pendidikan karakter tersebut dapat membantu anak didik dalam membetuk kepribadian yang baik, Dimana anak didik harus mendapatkan karakter yang baik dari setiap mata pelajaran, Antara lain, kedisiplinan, kejujuran, toleransi, ketaqwaan, tanggung jawab, dan lainnya, Di sini anak didik akan terbiasa untuk memahami nilai nilai di setiap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan, Peran pendidik selain memberikan materi yang di dalamnya terdapat pendidikan karakter juga memberikan contoh kepada anak didik. Terutama anak didik yang masih berada di kelas rendah.
Tentunya anak didik belum memainkan akal pikirannya secara abstrak, Mereka masih berpikir secara konkrit dan membutuhkan contoh yang nyata, Nah disinilah pendidik berperan untuk memberikan contoh yang baik kepada anak didik, Bagaimana berperilaku disiplin, jujur, penuh tanggung jawab, dan lainnya, anak didik pada kelas rendah cenderung akan menirukan apa yang dilakukan oleh pendidiknya, Karena akan selalu ditiru oleh anak didik.
Keempat, kompetensi yang juga tidak kalah pentingnya harus dimiliki oleh seorang pendidik adalah kompetensi sosial, Sebagai seorang pendidik harus pandai berkomunikasi dan bersosialisasi dengan anak didik, teman sejawat, kepala sekolah, dan masyarakat di lingkungan sekitarnya, Peran pendidik di sini adalah mensosialisasikan kepada anak didik terutama untuk mengenalkan perbuatan yang baik baik dan perlu dicontoh, Tanpa berkomunikasi pendidik tidak dapat menyampaikan segala aspirasinya yang ada dalam benak pendidik yang bersangkutan, Banyak hal yang dapat dilakukan seorang pendidik dalam pendidikan dan pembetukan moral anak didiknya, sehingga dari tangan pendidik akan lahir generasi bangsa yang bermoral dan berakhlak mulia.
Pendidikan secara Islam dalam menuntut ilmu pastinya akan sangat bermanfaat bagi semua pihak baik dunia maupun akhirat.
“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah SWT akan memudahkan baginya jalan menuju surga,” (HR Muslim). Oleh : Ami Adawiyah (Dewan Redaksi)






