Headline

Selasa, 31 Mei 2022 - 17:15 WIB

2 bulan yang lalu

Tersangka V alias A (baju tahanan orange) tersangka perambah kawasan Tahura Bukit Mangkol, Bangka Tengah, saat dibawa ke Rutan Salemba, Jakarta (Foto : Ist)

Tersangka V alias A (baju tahanan orange) tersangka perambah kawasan Tahura Bukit Mangkol, Bangka Tengah, saat dibawa ke Rutan Salemba, Jakarta (Foto : Ist)

Gakkum KLHK Tak Main-Main, Tersangka Perambah Tahura Bukit Mangkol Jadi Pesakitan di Salemba

TBOnline, JAKARTA ¤ Penyidik Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akhirnya menetapkan V alias A (36) sebagai tersangka perambah Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Mangkol, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Senin (30/05/2022). Penetapan tersangka ini juga disertai penahanan, V alias A kini dititipkan di rumah tahanan (rutan) Kelas II A Salemba, Jakarta.

Informasi yang dihimpun, V alias A yang merupakan pengusaha penyewaan (rental) kendaraan dan alat berat, yang tinggal di Jalan Parit Tunghin, RT012 / RW002, Desa Terak, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, ini berdasarkan hasil penyelidikan awal terbukti telah melakukan tindak pidana perambahan dengan melakukan pengurukan lahan di kawasan hutan konservasi Tahura Bukit Mangkol, menggunakan 2 (dua) alat berat ekscavator dan 1 (satu) unit bulldozer seluas ± 2.23 hektar. Selain itu, ia juga disangka merusak lingkungan dan memutus anak sungai sehingga merubah bentang alam alami sungai di Tahura Bukit Mangkol.

Direktur Penegakan Hukum Pidana Gakkum-KLHK Yazid Nurhuda, menilai perusakan lingkungan dan perambahan kawasan konservasi Tahura Bukit Mangkol oleh V alias A merupakan kejahatan serius dan menjadi perhatian KLHK, mengingat pentingnya ekosistem Tahura Bukit Mangkol bagi masyarakat Bangka.

“Tahura Bukit Mangkol telah ditetapkan sebagai Kawasan Tahura melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan : SK.575/Menlhk/Setjen/PLA.2/7/2016 Tentang Penetapan Fungsi Dalam Fungsi Pokok Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam Sebagai Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Mangkol, di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, seluas 6.009,51 Hektar,” kata Yazid.

Ditegaskannya, penindakan yang dilakukan oleh Gakkum KLHK ini harus menjadi pembelajaran bagi pihak-pihak lain yang melakukan kegiatan perusakan lingkungan dan kawasan hutan di Bangka Belitung, khususnya di Tahura Bukit Mangkol.

“Saat ini ada beberapa pelaku lain yang juga sedang didalami oleh penyidik KLHK terkait dengan dugaan perusakan lingkungan dan penambangan ilegal di Bangka Belitung termasuk di Tahura Bukit Mangkol. Tak main-main, ancaman hukuman terhadap V atau FB alias A ini sangat berat mencapai 10 tahun pidana penjara dan denda pidana mencapai Rp5 milyar,” jelas Yazid.

Pihak KLHK, tambah Yazid, saat ini sedang mendalami dan menyiapkan pidana berlapis terhadap V alias A yaitu pengenaan tindak pidana lingkungan hidup berdasarkan Pasal 98 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda pidana paling sedikit Rp 3 Milyar dan paling banyak Rp 10 Milyar. 

Diketahui, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya pengaduan yang ditujukan kepada Dinas LHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkait aktivitas ilegal yang diduga masuk ke dalam Kawasan Tahura. Menindaklanjuti informasi ini, petugas pengamanan hutan (pamhut) Dinas LH Kabupaten Bangka Tengah selaku pengelola Tahura Bukit Mangkol melakukan patroli rutin di wilayah Kecamatan Simpang Katis, dan menemukan adanya 1 unit buldozer di dalam Tahura dan 2 ekscavator terparkir di dekat pondok yang berada di APL yang berbatasan langsung dengan Tahura. Setelah didalami oleh penyidik Gakkum KLHK, kegiatan ini dilakukan oleh V alias A. Mulya Andy

Artikel ini telah dibaca 341 kali

Baca Lainnya