Pariwara Polres Bangka Barat

Wednesday, 4 April 2018 - 03:09 WIB

1 year yang lalu

PPDB TA 2018-2019

PPDB TA 2018-2019

Penerimaan Peserta Didik Baru Yayasan Al Awwabin Depok

Mengenal Lebih Dekat Yayasan Al-Awwabin

(Misi, Sistem Pendidikan dan Metode Pengajaran)

MISI PONDOK PESANTREN AL-AWWABIN

Suatu keharusan di dalam dunia pendidikan untuk melakukan perubahan-perubahan dan penyesuaian seirama dengan arus modern, sebab pendidikan itu sendiri tidak ubahnya sebagai suau ikhtiar sosial (social think).

Prolog di atas terkupas secara panjang lebar dalam teori-teori pendidikan modern. Di antara tokoh yang tajam mendiagnosis masalah pendidikan adalah Emile Durkheim (1858-1917). Ia menyatakan bahwa, “Masyarakat secara keseluruhan beserta masing-masing lingkungan di dalamnya, merupakan penentu cita-cita dilaksanakan lembaga pendidikan”.

Teori pendidikan sebagai suatu social think atau the individual and social self yang sudah teruji tersebut dapat menggambarkan dan menjelaskan bagaimana proses berdirinya suatu lembaga pendidikan, dalam hal ini adalah Pondok Pesantren Al-Awwabin. Lingkungan di sekitar Al-Awwabin (baik keluarga, santri, walisantri, pegawai, alumni, dan civitas akademika lainnya) turut berperan dalam mewujudkan cita-cita Pondok Pesantren Al-Awwabin untuk “Dakwah Islam dan nasyrul ilmi serta menegakkan faham Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah di tengah-tengah masyarakat”.

Adapun kegiatan yang diadakan Yayasan Pondok Pesantren Al-Awwabin adalah sebagai berikut :

Pendidikan Formal (Mengikuti SKB 3 Menteri)

a) Madrasah Ibtida’iyyah

b) Madrasah Tsanawiyah

c) Madrasah Aliyah

Pendidikan Non Formal (Pondok Pesantren)

a) Pengajian Halaqoh Kitab Kuning (Madrasah Diniyah)

b) Kader Da’i

c) Majelis Ta’lim

Pendidikan Ekstra Kurikuler

Muhadloroh

Pramuka

Komputer

PMR

Marching Band

Qiro’at

Qasidah

Hadrah

Marawis

Dll.

SISTEM PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN AL-AWWABIN

Untuk lebih jelasnya, Pondok Pesantren Al-Awwabin membuat garis kurikulum berstuktur program dan non program sesuai dengan pilihannya dan jurusannya dalam formulasi khusus yang dikemas dalam komponen sub kurikuler, intra dan ekstra kurikuler.

Komponen Sub Kurikuler

a) Membaca dan Memahami Kitab Kuning

b) Membuat Kelompok Mudzakarah

c) Praktek Imam dalam Shalat

d) Praktek Tahlil, Ratib dan Rawi

e) Praktek dalam Berdakwah (Khitobah)

f) Dll.

METODE PENGAJARAN

Di Pondok Pesantren Al-Awwabin telah lama dikembangkan metode pengajaran kepada murid secara variatif artinya bahwa system yang digunakan sebagai pendekatan kepada murid dalam upaya mengantarkna pada suatu materi yang benar-benar difokuskan pada cara belajar yang baik.

Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya fenomena atau suasana berbeda yang dihadapi lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Al-Awwabin, maka para guru diberi kelonggaran untuk menerapkan metode-metode mengajar sesuai yang diperlukan di antaranya diskusi kelas atau kelompok atau metode pemberian tugas.

Pondok Pesantren Al-Awwabin didirikan untuk mendidik murid agar memperoleh tambahan ilmu agama dan pengetahuan umum sebagai bekal untuk memainkan peranannya di dalam masyarakat.

Penataan pendidikan yang diterapkan oleh Pondok Pesantren Al-Awwabin selain untuk menjamin penguasaan materi penguasaan materi pelajaran yang disajikan juga memeliharan ketertiban dan kedisiplinan di Pondok Pesatren dan masyarakat pada umumnya. Hal itu merupakan wujud nyata untuk menyadari para pemuda/I khususnya para kader pemimpin bangsa, Negara dan agama untuk berkesinambungan pada proses menuntut ilmu di Pesantren sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS At-Taubah : 122

وما كان المؤمنون لينفروا كافة فلولا نفر من كل فرقة منهم طائفة ليتفقهوا في الدين ولينذروا قومهم إذا رجعوا إليهم لعلم يحذرون

(التوبة :122)

Artinya:

“Tidak sepatutnya bagi orang-orang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka, beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali supaya mereka itu dapat menjaga dirinya” (QS At-Taubah:122).

Artikel ini telah dibaca 640 kali

Baca Lainnya