Dwi Rizki Dipaksa Buka Jilbab, IPW Laporkan Oknum Pengurus YCAB

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso (foto : kompas)

TBOnline, JAKARTA ¦Indonesia Police Watch (IPW) melalui tim bantuan hukumnya, memberikan advokasi atas kasus yang menimpa Dwi Rizki Nur’aini (DRN) mantan karyawan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), yang menerima perlakuan tidak etis dari oknum pengurus YCAB dengan memaksa DRN membuka jilbab. Kasus ini pun di respon tim bantuan hukum IPW dengan melayangkan pengaduan masyarakat (dumas) kepada Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada dengan tembusan Irwasum Polri, Kadiv Propam Polri, dan Karo Wassidik Bareskrim Polri. Dalam surat bernomor : 132/SK-IPW/V/2024 tertanggal 16 Mei 2024 ini, disampaikan pengaduan terkait dugaan tindak perendahan atas agama atau keyakinan, kekerasan dalam rumah tangga, dan penganiayaan dan/atau pengancaman.

Dalam siaran pers IPW yang diterima Tbo pada Jum’at (17/5), dijelaskan kejadian pemaksaan yang menimpa DRN ini terjadi pada 23 Oktober 2023, saat itu ia yang berstatus bukan lagi karyawan YCAB karena habis kontrak, dipaksa datang ke kantor dengan dijemput oleh supir VC (CEO dan Founder YCAB, red). Sesampai di lokasi, terlihat anggota Brimob dengan berpakaian lengkap menjaga kantor YCAB. Dwi Rizki pun saat itu langsung dibawa ke lantai 5, di sana ia dihadapkan kepada VC, PTi (Dewan Pembina YCAB) dan D (HRD/HC YCAB).

Bacaan Lainnya

“Disitulah Dwi Rizki Nur’aini dipaksa membuka jilbabnya dan difoto oleh VC, sehingga membuatnya depresi dan trauma karena membuka aurat di hadapan yang bukan muhrimnya. Dalih pengurus yayasan memaksa DRN membuka jilbab, ialah kalau Rizki Nur’aini kabur dan membuka jilbab masih bisa dicari,” tulis IPW.

Setelah itu, PT dan istrinya VC memaksa DRN untuk mengakui dan membuat pernyataan terkait penyalahgunaan dana perusahaan saat masih bekerja di YCAB. Padahal, menurut pengakuannya DRN tidak pernah melakukannya, terlebih pihak pengurus yayasan juga tidak dapat menunjukkan bukti-bukti penggelapan yang dilakukan DRN. Bahkan, dalam kondisi yang sudah lemah dan depresi, DRN menerima intimidasi dengan cara dibentak, dan dengan garangnya pengurus yayasan meminta DRN memberikan rekening koran miliknya dan suaminya. Dengan intimidasi dan tekanan hebat dari oknum pengurus YCAB ini, DRN pun akhirnya menuliskan poin-poin penyalahgunaan anggaran yang sebelumnya sudah didiktekan sepihak oleh J (karyawan YCAB, red) soal program Asah Digital.

“Tim Bantuan Hukum IPW menilai pemaksaan membuka jilbab yang kemudian memfoto Rizki Nur’aini merupakan perbuatan perendahan atas martabat agama dan keyakinan sebagaimana dimaksud dalam pasal 156a KUHP. Sementara dalam hubungan antara atasan dan bawahan, perbuatan membuka jilbab merupakan perbuatan kekerasan dalam rumah tangga sebagaimana yang diatur dalam pasal 45 ayat 1 UU 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Sedangkan perbuatan intimidasi dengan memaksa membuka jilbab, memaksa menandatangani dan juga adanya anggota Brimob di kantor YCAB yang menyebabkan psikologis Rizki tertekan oleh PTdan istrinya VC, telah melanggar pasal 351 KUHP jo pasal 352 KUHP,” jelas IPW.

Untuk itu, atas nama tim bantuan hukum IPW, advokat M. Pilipus Tarigan SH,.MH., dan Arianto Hulu SH., yang mendampingi Dwi Rizki Nur’aini, meyakini Kabareskrim Komjen Wahyu Widada akan mengusut kasus ini secara cepat dan tuntas karena merupakan bagian dari pelayanan prima yang dilakukan pihak kepolisian terhadap pengaduan masyarakat, sebagaimana program Polri Presisi yang dicanangkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.  

“Terlebih sampai saat ini, Rizki Nur’aini mengalami trauma psikis yang dibuktikan melalui hasil pemeriksaan psikologi RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan. Hal ini berlanjut, karena dirinya bersama mantan rekan kerjanya Amanda Lestari Angelia Kalangit, dilaporkan oleh YCAB ke Polres Metro Jakarta Barat dengan dugaan tindak pidana penggelapan dan atau penggelapan dengan pemberatan dan atau penipuan sesuai Pasal 372 KUHP, pasal 374 KUHP dan pasal 378 KUHP,” tutup IPW.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *