Isu Selisih Anggaran APBD TA 2023, Sekda Kabupaten Sukabumi : Kita Bahas Bersama Bukan Sendiri

TBOnline, SUKABUMI ¦ Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman, menanggapi santai sekaligus heran soal menguapnya isu selisih anggaran dalam APBD Kabupaten Sukabumi TA 2023 yang konon mencapai Rp16 miliar lebih.

Menurut Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Sukabumi ini, proses penyusunan APBD sejak rancangan, pembahasan sampai persetujuan dilakukan bersama dengan legislatif (DPRD), bahkan realisasinya pun di audit BPK.

Bacaan Lainnya

“Dia juga anggota banggar, masa ada selisih, kita bahas esksekutif dan legislatif bukan sendiri. Itu saja,” singkat Sekda Ade Suryaman, Minggu (5/5/2024).

Dirangkum dari berbagai sumber, informasi soal adanya selisih anggaran dalam APBD Kabupaten Sukabumi TA 2023 ini dihembuskan pertama kali oleh anggota DPRD Ade Dasep Zainal Abidin. Politisi Gerindra yang juga anggota badan anggaran (banggar) DPRD Kabupaten Sukabumi ini mengaku menemukan selisih anggaran mencapai Rp16.614.857.768. Angka ini diduga ia dapatkan dengan membandingkan jumlah anggaran dalam dokumen rancangan KUA-PPAS APBD TA 2024, yang menyatakan bahwa pendapatan daerah Kabupaten Sukabumi tahun 2023 (murni) sebesar Rp4.117.862.148.383. Sementara, dalam pembahasan APBD setelah evaluasi gubernur, pendapatan daerah pada 2023 senilai Rp4.101.247.290.615., sehingga terdapat selisih anggaran sebesar Rp16.614.857.768, (hasil pengurangan Rp4.117.862.148.383 dengan Rp4.101.247.290.615).

Selain itu, Ade Dasep juga menyoal perbedaan jumlah anggaran bagi hasil pajak daerah yang terdapat dalam Raperda APBD Kabupaten Sukabumi TA 2023 dengan penganggaran dari Provinsi Jawa Barat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *