Advertorial Kabupaten Sukabumi

Selasa, 29 Desember 2020 - 23:08 WIB

11 bulan yang lalu

Sejarah Dan Perkembangan PDAM Kabupaten Sukabumi, Sekarang Menjadi Perumdam Tirta Jaya Mandiri

TBOnline [SUKABUMI] — Sejarah dan Perkembangan PDAM Kabupaten Sukabumi Pembentukan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sukabumi diawali dengan pembangunan sarana air bersih untuk melayani kota Palabuhanratu pada tahun 1978/1979 dengan kapasitas terpasang 2 x 20 1/det, kemudian berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum No. 019/KPTS/CK/III/1981, dibentuklah Badan Pengelola Air Minum (BPAM) Propinsi Jawa Barat. Pedoman pelaksanaan pengelolaan BPAM Kabupaten Sukabumi disesuaikan dengan Surat Keputusan bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/KPTS/1983 dan No. 03/KPTS/19984. Dalam perkembangannya, pada tahun 1985 dibangun instalasi air bersih untuk kota kecamatan Parungkuda, dan dilanjutkan dengan pembangunan kota kecamatan Cicurug pada tahun 1998 dan kota Cibadak pada tahun 1990. Atas dasar penilaian perkembangan yang amat baik dan banyak rencana pengembangan proyek air bersih terutama di kota kecamatan Cicurug dan Cibadak, maka Badan Pengelola Air Minum (BPAM) Kabupaten Sukabumi disiapkan untuk dialih statuskan menjadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sukabumi. Untuk itu disahkanlah Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi No. 02 Tahun 1990, tentang pembentukan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Daerah Tingkat II Sukabumi.

Foto Kanan : Dirut Perumdam TJM ” M. Kamaludin Zein saat bersama Dirtek ” Iyus Sugiarto

Pada tanggal 29 Januari 1990, Selanjutnya pada tanggal 9 September 1990 dilaksanakan serah terima pengelolaan sarana air minum dari Direktur Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum kepada Departemen Dalam Negeri yang selanjutnya dilimpahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Secara resmi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sukabumi mulai beroperasi sejak pelantikan Direksi yang diangkat dengan Surat Keputusan Bupati Sukabumi Nomor 820/SK-1156-Peg/1990, tanggal 20 September 1990. Pada awal pengelolaannya Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sukabumi hanya mempunyai 3 cabang dan 2 unit yaitu : Cabang Palabuhanratu, Cabang Cicurug dan Cabang Cibadak, sedang untuk unit antara lain : Unit Bojong Lopang dan Parungkuda, dengan jumlah sambungan langganan hanya 2.900 sambungan dan 35 Kran Umum. Menurut data yang diperoleh sampai dengan sekarang, luas pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sukabumi bertambah menjadi 10 kota pelayanan di kecamatan-kecamatan antara lain :

1). Cabang Cikembar / Warungkiara Sistem Cikembar / warungkiara memanfaatkan air baku dari IPA Ubrug dengan kapasitas pengambilam air baku sebesar 50 i/detik. Cabang Cikembar/Warungkiara melayani 2.585 sambungan langganan.

2). Cabang Palabuhanratu Cabang Palabuhanratu melayani kota Palabuhanratu yang meliputi satu kelurahan dan tiga desa, yaitu kelurahan Palabuhanratu, Desa Citepus, Desa Citarik dan Desa Cidadap dengan jumlah SL sebanyak 2.965 unit. Sumber air baku yang digunakan untuk sistem penyediaan air bersih berasal dari sungai Citepus, dengan kapasitas pengambilan berdasarkan SIPA sebanyak 200 liter/detik. Tetapi pada saat musim kemarau harus berbagi dengan petani sekitar sehingga terjadi kekurangan air baku yang antara lain mengakibatkan tidak beroperasinya IPA (Instalasi Pengolahan Air). Untuk mengantisipasi hal tersebut, PDAM rencananya akan membangun sumuran/saluran dari sungai menuju intake (penampungan air baku) yang selanjutnya dipompakan ke IPA (Instalasi Pengolahan Air). Dengan dilaksanakan pekerjaan tersebut diharapkan pada saat musim kemarau pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

3). Cabang Cibadak Sistem penyediaan air minum Cibadak memiliki sumber air baku dari : a. Mata air Cipalasari kapasitas 15 liter/detik b. Mata air Cipanas kapasitas 35 liter/detik c. Mata air Cirosa kapasitas 10 liter/detik Dengan sistem pengaliran secara gravitasi dan jumlah sambungan langganan 2.300 unit. Pada pipa transmisi sistem ini banyak di tapping, antara lain untuk Parungkuda dan Cicurug. Kapasitas debit air Cipalasari saat ini belum banyak dimanfaatkan terutama setelah terjadi longsor pada jembatan pipa Ciheulang.

4). Cabang Tenjolaut-Cisolok Cabang Tenjolaut-Cisolok merupakan cabang pelayanan untuk Kecamatan Cisolok dan Tenjolaut. Untuk sistem Tenjolaut mengambil sumber air baku dari sungai Parakan Gedeg Sukawayana dengan kapasitas 10 liter/detik. Pelayanan Kecamatan Cisolok mengambil sumber air baku dari mata air Cikahuripan dengan kapasitas 5 liter/detik. Sistem ini melayani jumlah sambungan 718 unit.

5). Unit Sagaranten Wilayah pelayanan unit Sagaranten meliputi Kecamatan Sagaranten, dengan sumber air baku berasal dari mata air Cipongpok dengan kapasitas terpasang 2,5 liter/detik kapasitas saat ini 0,5 liter/detik. Sistem ini mempunyai jumlah sambungan langganan terpasang sebanyak 252 unit dan yang aktif hanya 67 unit.

6). Unit Jampang Tengah Sistem ini memiliki kapasitas air baku sebesar 5 liter/detik dan kapasitas produksi 2 liter/detik. Jumlah sambungan langganan 129 unit.

7). Unit Bojong Genteng Sistem ini memiliki kapasitas design 2 liter/detik, jumlah sambungan yang dilayani oleh sistem ini adalah 115 unit.

8). Unit Kalapanunggal Sistem cabang Kalapanunggal memiliki sumber air baku yang berasal dari mata Kiara Rugrug Desa Pulosari dengan kapasitas 10 1/detik kapasitas operasi 5 liter/detik. Sistem pengaliran secara gravitasi dengan pipa transmisi GIP diameter 100 mm, dan pipa distribusi PVC diameter 110 mm-50 mm, dan pipa PE 50 mm – 40 mm. Sistem ini memiliki pelanggan sambungan rumah 574 unit. Design awal sistem pengaliran ke pelanggan menggunakan sistem FR (Flow Restictor) dengan design aliran dibatasi 50 liter/jam masa operasi 24 jam, namun sehubungan dengan adanya permintaan pelanggan agar aliran yang diterima tidak adanya pembatasan maka diubah dari sistem FR ke water meter. Namun perubahan tersebut tidak di imbangi dengan perubahan jalur perpipaan. Tingkat kehilangan air pada sistem ini relatif tinggi 56,04 %, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah sumur pipa yang sudah terlalu tua, diameter pipa yang terpasang sudah tidak sesuai dengan jumlah pelanggan dilayani yang mengakibatkan pipa jenuh. Selain permasalahan kebocoran ada sebagian wilayah yang tidak mendapat aliran air bersih selama 24 jam (sistem gilir) upaya mengatasi hal tersebut dengan membangun bak penampungan air Reservoir kapasitas 200 m3. Dengan dilakukannya pekerjaan tersebut diatas diharapkan dapat menekan tingkat kehilangan air dan peningkatan pelayanan baik kuantitas maupun kontinuitas yang akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan perusahaan.

9). Unit Babakan Cisaat Sistem ini memiliki sumber air baku dari sumur dalam Bojong Nangka Kecamatan Cisaat dengan kapasitas air baku 10 liter/detik. Sistem ini dibangun tahun 2007 dan direncanakan untuk melayani Kecamatan Cisaat dan Kecamatan Gunung Guruh.

10). Cabang Jampang Kulon – Surade Cabang ini dibangun tahun 2007, dengan pendanaan dari APBN Pusat, propinsi dan APBD Kabupaten. Namun pembangunan sarana air bersih tersebut belum dapat dirasakan oleh masyarakat, karena anggaran pembangunan tahun 2007 hanya bisa menyelesaikan fisik bangunan berupa : Pembangunan Intake Pemasangan pipa transmisi Pembangunan pengolahan Pembangunan reservoir Surade, Pemasangan pipa distribusi Surade Pemasangan pipa distribusi Jampang Tengah Oleh sebab itu masih diperlukan anggaran biaya untuk pekerjaan lain yang maliputi pemasangan pipa transfer ke Surade dan pemasangan pipa retikulasi. Adapun untuk biaya pemasangan pipa transfer ke Surade rencananya tahun anggaran 2008 akan mendapat bantuan dari APBD Provinsi, dan untuk pemasangan pipa retikulasi diusulkan dibiayai oleh APBD Kabupaten dengan nilai dana sebesar Rp. 627.100.000,-.

Foto Kiri : Direktur utama Perumdam TJM ” M. Kamaludin Zein saat didampingi Direktur Umum ” Budiarkah “

Visi dan Misi PDAM Kabupaten Sukabumi Visi PDAM Kabupaten Sukabumi adalah menjadikan PDAM Kabupaten Sukabumi andal dan terpercaya dalam pelayanan. Untuk mewujudkan visi tersebut PDAM mempunyai misi sebagai berikut :

1). Meningkatkan pelayanan air bersih pada aspek-aspek kualitas, kuantitas, kontinuitas dan aspek pelayanan lainnya.

2). Meningkatkan cakupan pelayanan air bersih.

3). Meningkatkan kinerja administrasi dan keuangan perusahaan.

4). Meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan karyawan.

5). Menjadikan perusahaan yang transparan.

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami saat Lantik jajaran Direksi Perumdam TJM

Struktur Organisasi Perusahaan Adanya batas wewenang dan tanggungjawab satuan fungsi organsasi merupakan tujuan utama dibentuknya struktur organisasi. Susunan organisasi dan tata kerja Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sukabumi ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Kabupaten Sukabumi, Nomor 06 tahun 1990, kemudian diperbaharui dengan Surat Keputusan Nomor 01 tahun 1995 dan diperbaharui lagi dengan Surat Keputusan Bupati Nomor 05 tahun 2000, tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sukabumi. Struktur organisasi yang digunakan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sukabumi adalah sistem fungsional dengan kepala Perusahaan Daerah Air Minum adalah direktur utama. Direktur utama bertanggungjawab kepada Bupati melalui Badan Pengawas PDAM. Struktur organisasi PDAM Kabupaten Sukabumi adalah sebagai berikut :

1). Bupati Sukabumi.

2). Badan Pengawas, yang terdiri dari Kepala Bappeda Kabupaten Sukabumi sebagai ketua badan pengawas dan dua orang berasal dari tokoh masyarakat.

3). Direktur Utama.

4) Direktur Bidang ( Umum dan Teknik ) Direktur umum membawahi beberapa bagian sebagai unsur pembantu pimpinan, terdiri dari bagian keuangan yang membawahi sub bagian pembukuan, sub bagian kas, sub bagian rekening dan sub bagian verifikasi. Bagian hubungan langganan yang membawahi sub bagian pelayanan langganan dan sub bagian kerjasama. Bagian Kepegawaian yang membawahi sub bagian administrasi kepegawaian dan sub bagian pengembangan pegawai. Bagian Umum yang membawahi sub bagian tata usaha, sub bagian pengadaan dan perlengkapan serta sub bagian gudang. Direktur teknik membawahi beberapa seksi sebagai unsur pembantu pimpinan, terdiri dari seksi perencanaan yang membawahi sub seksi perencanaan program dan sub seksi evaluasi dan pelaporan. Seksi produksi yang membawahi sub seksi transmisi distribusi dan sub seksi pengolahan dan laboratorium. Seksi perawatan yang membawahi sub seksi perawatan elektrik dan mekanik serta sub seksi perawatan jaringan.

5). Cabang Perusahaan, yang terdiri dari : Kepala Cabang Kepala Urusan Administrasi dan Umum Kepala Urusan Teknik.

6). Unit Pelayanan, yang terdiri dari : Kepala Unit Pelaksana Administrasi Umum Pelaksana Teknik.

7). Satuan Pengawasan Intern. Satuan pengawasan intern dipimpin oleh Kepala Satuan Pengawasan Intern yang berkedudukan setingkat Kepala Bagian/Seksi berada dibawah dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur utama, mempunyai yugas pokok melaksanakan pengawasan intern terhadap pelaksanaan pelaksanaan tugas di lingkungan Perusahaan Daerah, sesuai kebijaksanaan Direktur Utama. Struktur pengendalian intern PDAM Kabupaten Sukabumi baik pengendalian organisasi dan kepegawaian, keuangan maupun pengawasan sudah terbentuk, sehingga segala kegiatan dan pelaksanaan tugas berpedoman pada ketentuan yang terdiri dari struktur organisasi / uraian tugas, aturan-aturan kepegawaian, pedoman akuntansi dan sistem pengawasan yang dibuat oleh pejabat yang berwenang.

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami saat Lantik Ketua Dewan Pengawas Perumdam TJM Dedi Chardiman

Sistem Distribusi Sistem penyediaan air bersih PDAM Kabupaten Sukabumi saat ini melayani 15 kecamatan, meliputi kecamatan Palabuhanratu, Cisolok, Cikakak, Cikembar, Warungkiara, Sagaranten, Jampang Tengah, Cibadak, Nagrak, Parungkuda, Kalapanunggal, Cicurug, Parakansalak, Sukalarang, dan Bojong Genteng. Sedangkan kecamatan Jampang Kulon/Surade dan kecamatan Cisaat dalam tahap pembangunan. Sistem jaringan perpipaan yang terpasang di wilayah PDAM Kabupaten Sukabumi dampai saat ini sepanjang 385.000 meter dengan diameter antara 25 mm sampai dengan 400 mm dari jenis PVC, steel dan galvanis yang ditinjau dari fungsinya dapat dibagi menjadi pipa transmisi, distribusi, dan retikulasi. Didalam mendistribusikan air bersih ke konsumen, dipakai 2 (dua) cara pengaliran, yaitu : sistem gravitasi dan perpompaan. Kondisi sistem perpipaan di wilayah pelayanan PDAM Kabupaten Sukabumi kebanyakan posisinya sudah berada di badan jalan termasuk katupkatup (gate valve untuk pengaturan dan pemerataan aliran) sudah banyak yang terkubur sehingga tidak dapat dioperasikan untuk pemerataan pengaliran.

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami bersama jajaran Direksi Perumdam TJM menerima penghargaan dari Top Business di Golden Ballroom The Sultan Hotel Jakarta

Jumlah Sambungan Pelanggan dan Penjualan Air Sampai dengan Bulan Desember tahun 2007 pelanggan terdaftar berjumlah 20.081 unit dengan pelanggan yang aktif berjumlah 15.871 unit atau 79.05 % dari total pelanggan terdaftar dengan komposisi pelanggan aktif sebagai berikut : rumah tangga 14.903 unit, niaga kecil 378 unit, niaga besar 40 unit, sosial 381 Unit, kran umum 68 unit, instansi pemerintah 65 unit, TNI 21 unit dan industri 15 unit. Rata-rata pemakaian per pelanggan sampai dengan bulan Desember 2007 adalah 20,61 m3/bulan/sl, dan pemakaian air berdasarkan jenis Pelanggan.

Desember 2007 Pelanggan Jumlah SL Pemakaian (m3) Rata-rata pemakaian (m3/bln/sl) Rumah tangga 14.903 258.632 17,35 Niaga Kecil 378 7.882 20,85 Niaga Besar 40 4.756 118,90 Sosial 381 11.664 30,61 Kran Umum 68 4.509 66,31 Instansi Pemerintah 65 1.864 28,68 TNI 21 33.278 1.584,67 Industri 15 4.463 297,53 Jumlah 15.871 327.048 20,61.

Sumber dan Kapasitas Produksi yang ada saat ini Kapasitas produksi dari beberapa jenis pengolahan lengkap, sumber mata air, dan sumur dalam yang terpasang saat ini telah mencapai 235,18 liter/detik, dan baru dioperasikan (dimanfaatkan) sebesar 206,41 liter/detik.

Terpasang (lt/dt) Operasi (lt/dt)

1— Palabuhanratu Citepus Sungai (air 55,36 53,05 permukaan)

2— Cisolok Cikahuripan Mata air 2,59 2,59

3— Cikembar/Wrk PLTA Ubrug Sungai (air 47,43 42,34 permukaan)

4— Sagaranten Cipongpok Mata air 0,40 0,40

5— Jampang Tengah Panumbangan Suninggar Mata air 0,83 0,80

6— Cibadak Cipanas Mata air 44,70 26,19 Cirosa 7— Nagrak Citangkalak Sumur Dalam 7,60 6,40 (deep well)

8— Parungkuda Tapping Mata air 16,22 16,22 Cipanas Cimacan

9— Kalapanunggal Kiara rugrug Mata air 10,00 10,00

10— Cicurug Cikombo II Mata air 35,50 35 Tapping Cipanas

11— Tenjolaut Sukawayana Sungai (air 7,00 7,00 permukaan)

12— Parakansalak Cipamatutan Sungai (air 4,50 3,90 permukaan)

13— Sukalarang Sukamaju Sumur Dalam 2,40 1,80 (deep well)

14— Bojong Bojong Sumur Dalam 0,50 0,50 Genteng Genteng (deep well) Jumlah 235,18 206,41.

Bidang usaha dan kegiatan perusahaan adalah penyediaan air bersih bagi masyarakat, sesuai dengan visi, Misi dan Tujuan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sukabumi, maka misi perusahaan memberikan pelayanan yang memuaskan bagi konsumen, memberikan keuntungan bagi perusahaan sebagai sumber pendapatan asli daerah bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi serta memberikan kesejahteraan bagi karyawannya. Seiring dengan hal tersebut diatas maka orientasi pertama bagi perusahaan adalah menjaga potensi sumber-sumber air guna mencegah terjadi krisis sumber air yang akan berakibat terganggunya suplai air ke konsumen. Untuk mengantisipasi keadaan tersebut, maka Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sukabumi turut serta dalam memelihara dan menjaga kelestarian alam sekitar sumber-sumber air dengan cara menanam pohon-pohon atau penghijauan agar dapat mencegah terjadinya penurunan debit dan mutu air. Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sukabumi memiliki tugas untuk melaksanakan kegiatan pelayanan penyediaan akan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi dengan volume yang cukup, mutu yang baik dan kontinue suplai air bersih, serta sebagai perusahaan milik Pemerintah Daerah maka Perusahaan Daerah Air Minum yang sekarang menjadi Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada Pemerintah Daerah dalam bentuk memberikan sebagian keuntungan sebagai pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Artikel ini telah dibaca 1215 kali

Baca Lainnya