MENJEMPUT TAKDIR … Kata ini acap kali digunakan Iyos Somantri untuk menggambarkan perjalanan politiknya dalam kontestasi pilkada serentak 2024, lewat dua kata ini Iyos seperti ingin mengungkapkan kepasrahan (takdir) sekaligus mencoba menerka gelagat alam (menjemput), bahwa segala sesuatu yang terjadi pada dirinya, baik dan buruk, disengaja atau tidak, sudah menjadi ketetapan Allah SWT,.
Bila kita coba analisa, perjalanan politik seorang Iyos Somantri untuk memuncaki Pilkada Kabupaten Sukabumi 2024 ini memang penuh tantangan. Ia hanya seorang kepala daerah pendamping (wakil bupati), bukan berlatarbelakang pengusaha dan politisi, satu-satunya modal Iyos hanya pengabdian selama kurang lebih 4 dekade (38 tahun) bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi. Sehingga ketika ada partai politik yang sudah lebih dulu mendeklarasikan dukungan kepada calon lain, kemudian mengekspose ratusan relawan dan poster-poster besar di jalan, di waktu yang bersamaan, meski namanya unggul dalam berbagai statistik survei calon kuat Bupati Sukabumi, Iyos Somantri malah belum mendapatkan kendaraan politik, mungkin dukungan yang benar-benar nyata pada Iyos hanya bermula dari masyarakat yang menamakan diri Koalisi Rakyat Harapan Baru Sukabumi.
Dinamika politik di Jakarta, ditambah figur yang akan mendampinginya dalam Pilkada Kabupaten Sukabumi 2024, diduga menjadi alasan tersendiri partai-partai politik lambat memberikan tiket kepada Iyos Somantri. Namun disinilah kematangan seorang Iyos teruji, lewat kesabaran, silaturahmi dan komunikasi efektif, serta kepasrahan kepada kehendak Allah SWT, tanpa takut tersandera kepentingan tentunya, Iyos justru seperti ‘menjemput takdir’ dengan berhasil mendapat dukungan. Pertama kali dari Partai Demokrat yang memiliki 5 kursi di DPRD Kabupaten Sukabumi. Bonusnya adalah sosok Zainul. S, seorang birokrat berpengalaman, yang tercatat sebagai mantan Kepala DPMPTSP, Pj. Sekda dan Plh. Bupati Sukabumi, yang terpilih mendampingi Iyos Somantri dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Sukabumi 2024.
Bukannya minim dukungan, duet birokrat-birokrat ini justru menjadi magnet tersendiri bagi partai politik lain yang memiliki kursi untuk menambal harapan. Setelah dari Partai Demokrat, lampu hijau datang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kemudian Partai Gerindra yang sama-sama memiliki 7 kursi di DPRD, terakhir kabarnya PDIP (6 kursi DPRD) yang mantap mengusung pasangan Iyos-Zainul, bila diakumulasi maka dukungan partai parlemen bagi pasangan ini ialah 25 kursi atau 50 persen di DPRD Kabupaten Sukabumi. Sedangkan partai non parlemen yang menaruh harapan baru bagi pasangan ini tercatat ialah Partai Nasdem, PBB, PKN, PSI, Partai Umat, Partai Garuda, Partai Perindo, Partai Buruh, dan Partai Hanura. Jadi, total dukungan terhadap pasangan Iyos-Zainul menjadi 13 partai politik.
Menariknya, alih-alih ‘Melanjutkan Kebaikan’ sebagai jargon safari kepemimpinan lama, pasangan Iyos-Zainul justru membentangkan slogan ‘Harapan Baru Kabupaten Sukabumi’. Inilah yang mungkin menjadi daya tarik partai-partai besar dan masyarakat kalangan bawah mendukung pasangan ini, karena keduanya (Iyos-Zainul) sudah memiliki segudang pengalaman dan paham betul apa akar masalah serta solusi bagi kesejahteraan masyarakat di kabupaten ini.
Menjungkirbalikan pameo usang soal wakil bupati yang berlaga di pilkada. Mungkinkah Iyos Somantri akan “Menjemput Takdir” sebagai pemenang dalam Pilkada Kabupaten Sukabumi November 2024 mendatang? Semoga. Wallahualam,-
#goyangtabu #tbo






