TBOnline, PANGKALPINANG ¦ Lempah Kuning PC46, rumah makan khas bangka yang berlokasi di Jl. Ketapang Raya, Bacang, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, dapat menjadi salah satu referensi keluarga dan pecinta kuliner tradisional bila mengunjungi Kepulauan Bangka Belitung.
Dengan jargon “Harga Bersahabat, Rasa Istimewa” RM. Lempah Kuning PC46 menyajikan hidangan khas laut Bangka, antara lain : Kerisi, Kepala Kakap, Katarap, Jebong, Kepala Manyong, Pari, Kepala Seminyak, Patin, Kepala/Isi Hoile, Libem/Baronang, berbagai jenis masakan laut ini disajikan dengan tehnik pengolahan berbeda sesuai pesanan dan kesukaan pelanggan tentunya.
Pekcong (50) kelahiran Pangkalpinang, pemilik RM. Lembah Kuning PC46 yang belasan tahun bergelut dalam dunia kuliner khas laut Bangka, menuturkan pelanggan dapat memilih menu apa saja tergantung selera.
“Di Lembah Kuning PC46 tersedia bermacam makanan laut dan ikan segar, bahkan kepiting rejung yang masih hidup ada, jadi konsumen bisa milih menu apa saja tergantung permintaan,” kata Pekcong, Selasa (27/2/24).
Pekcong berharap masakan lempah khas Bangka ini bisa lebih dikenal di nusantara, karena rasanya yang khas, terlebih lempahnya berasal dari bumbu tradisonal yang baik bagi kesehatan.
Sekedar informasi, lempah kuning termasuk salah satu kuliner khas Bangka Belitung yang terkenal dan menjadi kebanggaan masyarakat setempat, hidangan ini disajikan berkuah dengan bumbu rempah yang khas. Kuliner lempah kuning pun telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai warisan budaya tak benda Indonesia pada 20 Oktober 2015.
Menurut budayawan Kepulauan Babel Ahmad Elfian, dalam tata boga berbasis heritage lempah kuning ini yang harus ditampilkan bukan hanya rasa, tetapi lebih gastronomi mulai dari bagaimana cara merajik bumbu, historis, filosofis, manfaatnya, bagaimana menghidangkannya dan kapan lempah kuning tersebut di konsumsi. 
“Jadi lempah kuning itu adalah masakan yang menyatukan atau menggabungkan rempah-rempah dengan ikan merupakan bahan utama kuliner. Filosofi dari lempah kuning ini ialah sebagai makanan keluarga dan harus dihidangkan dalam keadaan hangat dan sekali makan, karena kuliner ini merupakan simbol kehangatan keluarga. Dalam budaya Bangka ada aturan kebudayaan masyarakat yang paling tinggi adalah makan dan duduk bersama-sama,” kata Ahmad Elfian, dikutip dari Antara. fani






