Headline Nasional

Sabtu, 5 Desember 2020 - 06:59 WIB

2 bulan yang lalu

Menghalangi Tugas Wartawan, Oknum Satpam BRI Pandeglang Memantik Aksi Para Jurnalis

TBOnline [PANDEGLANG] —  Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pandeglang-Banten, menjadi sasaran aksi para wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Banten, Kamis (03/12/2020) kemarin.

Massa JNI bahkan membawa telur besuk saat aksi ini, sebagai simbol kekecewaan atas tindakan oknum security BRI Cabang Pandeglang, yang beberapa hari sebelumnya merampas HP dan menghapus data berupa dokumentasi kerumunan warga, pada saat mencairkan bantuan pemerintah di bank pelat merah tersebut.“Telur busuk merupakan bagian dari bentuk kekecewaan dan kekesalan saja, sebagai simbol kalau para birokrasi atau pegawai BRI, sebagian masih banyak yang berperilaku kurang baik dan buruk dalam kinerjanya. Terutama oknum satpam yang sama sekali tidak menghargai peran pers,” tandas Doris, orator aksi.

Pantauan awak media, aksi yang dikawal pihak kepolisian ini berlangsung dengan tertib, namun disayangkan tidak ada satu pun pihak BRI yang menemui para jurnalis, kendati telah di mediasi pihak kepolisian.

“Jelas kami kecewa yang katanya pihak BRI ingin mediasi seperti yang disampaikan pihak kepolisian, namun faktanya apa? Malah tak ada satu pegawai BRI pun yang menemui kami. Berarti mereka tidak mau bertanggung jawab, untuk itu ada kemungkinan aksi susulan kembali kami gelar ke BRI,” cetus Andang Suherman Ketua JNI Banten.

Setelah melakukan aksi di BRI, para jurnalis ini kemudian mendatangi Mapolres Pandeglang.

“Tujuan kami ke Polres Pandeglang tiada lain mendesak pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan dan penyidikan dugaan perkara pidana yang dilakukan oknum keamanan MF tersebut,” jelasnya.

Karena menurut Andang, jika ditarik ke ranah pidana, oknum security MF dapat dijerat pasal berlapis diantaranya Pasal 18 UU Pers No 40 tahun 1999 karena telah menghalangi tugas wartawan, dan Pasal 335 KUHP atas perbuatan tidak menyenangkan serta Pasal 406 KUHP karena perampasan dan merusak barang milik orang lain dengan secara paksa.

Oknum Satpam BRI Pandeglang Rampas HP Wartawan

Sebelumnya, Dedi Hidayat seorang jurnalis media online di Pandeglang mengaku telah menerima perlakuan tidak menyenangkan dari MF, oknum security BRI Cabang Pandeglang, pada saat  Dedi Hidayat meliput situasi pencairan bantuan di bank tersebut, pada Selasa (01/12/2020).“Iya tadi HP saya diambil Satpam BRI Cabang Pandeglang, yang kemudian menghapus foto juga video dari HP saya. Ini jelas telah menghalang-halangi tugas saya sebagai wartawan untuk meliput kondisi di BRI yang terlihat banyak kerumunan,” ungkap Dedi Hidayat.

Yang semakin disesalkan Dedi ialah oknum keamanan BRI Pandeglang yang merampas HP miliknya ini terlihat menantang dan seperti tidak merasa bersalah.

“Padahal saya sudah menunjukan kartu identitas sebagai wartawan,” sebutnya.

Oknum Satpam BRI Cabang Pandeglang berinisial MF yang diduga melakukan perampasan HP milik jurnalis Dedi Hidayat, ketika diklarifikasi mengatakan tindakannya sudah sesuai prosedur.

“Kita punya prosedur dan tidak boleh sembarang media, harus ada izin dulu,” singkatnya.

Dihubungi terpisah, Ilham Akbar, Pemimpin Redaksi Media Target Buser, menyayangkan tindakan oknum security  BRI Cabang Pandeglang ini.

“Mungkin karena takut, akibat sudah melanggar protokol kesehatan Covid 19 dengan terjadinya kerumunan pada saat pencairan bantuan, sehingga ada instruksi atau inisiatif security BRI untuk menghapus dokumentasi di HP milik wartawan Dedi Hidayat tersebut,” katanya, Sabtu (05/12/2020).

Apalagi, lanjut Ilham, sepertinya tidak ada inisiatif baik dari pihak BRI Pandeglang untuk mengklarifikasi permasalahan ini, sehingga menimbulkan praduga pihak BRI menganggap sebelah mata profesi jurnalis.

“Kejadian seperti ini sudah berulang kali menimpa para jurnalis di tanah air, namun  selama itu pula jarang sekali ada implikasi hukum terhadap pelaku, sehingga tidak pernah menimbulkan efek jera. Saya sangat jarang sekali, mendengar kepolisian menerapkan UU Pers Nomor 40/1999 sebagai upaya melindungi profesi jurnalis, padahal UU ini merupakan produk reformasi dan demokrasi yang dibentuk bersama DPR dan disetujui Presiden RI. Untuk itu dalam kasus dugaan menghalang-halangi dan menghambat tugas wartawan yang dilakukan MF, oknum Satpam BRI Pandeglang ini —sebagaimana terdapat dalam Pasal 18 UU Pers— saya minta dengan tegas pihak Kepolisian Pandeglang menerapkan ketentuan pidana terhadap pelaku, sebagaimana dimuat dalam UU Pers tersebut,” tegasnya. Ade KS, Suud, Ahda

 

Artikel ini telah dibaca 248 kali

Baca Lainnya