Headline Hukum Laporan Utama Nasional

Monday, 21 October 2019 - 08:52 WIB

4 weeks yang lalu

ILUSTRASI - Siswa SD penerima beasiswa berprestasi [Foto: Tribun]

ILUSTRASI - Siswa SD penerima beasiswa berprestasi [Foto: Tribun]

Basa Basi Beasiswa Berprestasi – Salary Crediting Semoga Tak Membuat Keriting [Bagian Ketiga]

TBOnline [PANDEGLANG] – Surat Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, Nomor: 421/1898-Dikbud/2019, tanggal 23 September 2019, perihal: klarifikasi beasiswa berprestasi TA 2017 – sebagai jawaban surat Target Buser sebelumnya mengenai dugaan mangkraknya penyaluran 852 beasiswa, menjelaskan secara singkat bagaimana sebenarnya tahapan demi tahapan dalam penyaluran beasiswa yang kemudian menjadi temuan BPK ini.

Surat jawaban Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang [Foto: Litbang Target Buser]

Pada angka kesatu, Disdik Kabupaten Pandeglang mengklaim bahwa pihaknya sudah melaksanakan rekomendasi BPK, hal ini sesuai surat Kepala Disdikbud No: 005/1071-Disdikbud/2019, tanggal 11 Juli 2018 tentang permohonan bukti penyaluran dana beasiswa T.A 2017.

Kemudian, berdasarkan perjanjian kontrak dengan BRI Cabang Pandeglang PKS No. B.2331A/KC-XV/OPS/10/2017, tanggal 24 Oktober 2017 tentang Seleri Crediting sebanyak 852 siswa. Menurut Disdik Kabupaten Pandeglang dana sebesar Rp 182.115.000 sudah disalurkan kepada rekening 852 siswa melalui Seleri Crediting.

Pada penjelasan selanjutnya, Disdik menyanggah terdapat selisih Rp 9.810.000. Dan menyampaikan bahwa dana senilai Rp 9.585.000 merupakan uang pajak 5% dari 852XRp 225.000 = Rp 191.700.000 dan sudah disetorkan pejabat lama [Kasi Kesiswaan bernama Margi] ke kantor pajak. Meski pendapat BPK tidak boleh ada pajak dalam kegiatan dana beasiswa berprestasi, namun ada toleransi karena sudah disetorkan ke kas negara.

Pada angka 4, Disdik kabupaten Pandeglang menjelaskan dana beasiswa prestasi TA 2017 ini sudah dianggap selesai, karena telah melalui proses pemeriksaan BPK dengan lampiran bukti  nama-nama siswa penerima beasiswa.

Pada penjelasan terakhir, Disdik Kabupaten Pandeglang menekankan bahwa tidak benar sisa dana beasiswa prestasi tersebut sengaja disimpan / diendapkan / didepositokan, karena sudah disetorkan ke rekening siswa melalui mekanisme Seleri Crediting.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari salah satu SD di Wilayah Kecamatan Cibitung, Pandeglang, bahwa hingga saat ini beasiswa tersebut belum diterima siswa yang namanya masuk dalam daftar penerima beasiswa prestasi tersebut. “Jika dari dinas ini mungkin benar, mungkin masalahnya ada di pihak BRI. Persyaratannya cukup rumit, karena siswa harus mengambil di BRI Cabang Pandeglang, di SDN ini terdapat 2 siswa penerima beasiswa, namun orang tua nya sungkan mengambil karena habis di ongkos, seharusnya bisa diambil di Kantor BRI terdekat,” ujar sumber Target Buser yang minta namanya tidak disebut ini.

Sumber lain, salah satu orang tua murid penerima beasiswa prestasi di Kecamatan Bojong, Pandeglang, mengaku bingung dengan mekanisme Seleri Crediting dalam penyaluran beasiswa prestasi ini. “Dari pada ribet biarkan saja tidak diambil,” ujarnya.

Dilansir dari brainly.co.id- Salary Crediting merupakan salah satu jenis layanan perbankan yang memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk membayar gaji karyawan, perusahaan yang menggunakan salary crediting biasanya merupakan sebuah perusahaan besar, dengan jumlah karyawan ribuan, sehingga perusahaan hanya perlu membuka akun giro disebuah bank umum, kemudian semua karyawan juga membuka rekening di bank yang sama, dan perusahaan hanya perlu mengirimkan softcopy dari jumlah gaji yang harus ditransfer ke masing-masing karyawan, transaksi ini bisa dilakukan secara realtime dan karyawan bisa mengambil gajinya melalui ATM.

Pihak BRI Cabang Pandeglang sendiri, hingga berita ini naik belum dapat dimintai keterangan guna menjelaskan permasalahan penyaluran beasiswa prestasi pada TA 2017 ini.

[Ikuti Investigasi Tim Biro Pandeglang Berikutnya]

Artikel ini telah dibaca 777 kali

Baca Lainnya