TBOnline [SUKABUMI] — Aksi penolakan yang belakangan gencar terkait keberadaan SMA Negeri 1 Kalapanunggal, yang diduga diinisiasi Kepala SMK Nurul Bayan H. Deden Saepudin, berujung pembalasan dari pihak yang mendukung pendirian SMAN 1 Kalapanunggal dengan rencana menggelar aksi penolakan terhadap SMK Nurul Bayan, lebih jauh bahkan meminta instansi berwenang agar menutup operasional sekolah tersebut.

Menurut Asep, berbagai kegaduhan terkait penolakan dan penjegalan adanya SMAN 1 Kalapanunggal yang dilakukan H. Deden Saepudin harus segera disudahi. Bahkan, baiknya tidak hanya sebatas disudahi, melainkan sampai diberikan berbagai sanksi yang konkret dan berat. “Karena, berbagai argumentasi yang dilontarkan juga sikap-sikap yang dilakukan begitu arogan dan tendensius. Hal ini dipandang dari sisi manapun tidak mencerminkan sebuah argumentasi dan sikap yang layak dilakukan oleh tenaga pendidik,” jelasnya.
Asep bersama gerakannya bahkan secara tegas mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk mencabut izin operasional Sekolah Menegah Kejuruan [SMK] Nurul Bayan yang dikepalai oleh H. Deden Sapeudin. “Sikap ini dipandang perlu, tentunya untuk memberikan sanksi yang konkret dan berat,” katanya. Dedi Cobra ***





