Nasional

Jumat, 22 Oktober 2021 - 17:08 WIB

1 bulan yang lalu

Penempatan papan (plang) proyek pembangunan Puskesmas Kemang, yang diletakkan di sudut gedung dan nyaris tak terlihat dan terbaca masyarakat luas (Foto : Tbo)

Penempatan papan (plang) proyek pembangunan Puskesmas Kemang, yang diletakkan di sudut gedung dan nyaris tak terlihat dan terbaca masyarakat luas (Foto : Tbo)

Pembangunan Puskesmas Kemang Diduga Tertutup, Begini Dalih Pelaksana Proyek

TBOnline [BOGOR] — Pembangunan gedung baru Puskesmas Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menimbulkan kesan misterius. Hal ini dilatari penempatan papan (plang) proyek pembangunan puskesmas ini yang justru diletakkan di sudut bagian dalam proyek dan sulit terlihat masyarakat.

Salah seorang pengawas proyek pembangunan Puskesmas Kemang berinisial Srg yang dijumpai TBO di lokasi, awalnya menunjukan sikap antipati dan menegaskan dirinya berhak menolak wawancara dan juga konfirmasi dari awak media, dengan alasan suasana sedang sibuk bekerja dan juga kurang tepat awak media melakukan konfirmasi di lokasi pekerjaan. Namun, ketika dijelaskan fungsi media sebagai kontrol sosial dan memiliki tanggungjawab untuk menghasilkan berita yang akurat dan berimbang, barulah Srg menyarankan agar menghubungi Reza selaku pimpinan proyek.

Reza sendiri membantah proyek tersebut seperti “disembunyikan”, karena menurutnya sebelum pelaksanaan pekerjaan, pihaknya sudah melayangkan surat kepada Kades Kemang Entang prihal sosialisasi kepada warga. “Surat tersebut dilayangkan seminggu sebelum pekerjaan proyek dilaksanakan,” kata Reza.

Proyek Pembangunan Gedung Puskesmas Kemang tampak dari depan (Foto : Tbo)

Lanjut Reza, setelah surat sosialisasi dikirimkan ke Kades Entang, ia tidak mengetahui siapa-siapa saja yang di undang. “Silahkan konfirmasi sama Kades Entang,” ujarnya.

Reza bersikukuh, kewajiban pihaknya sebagai pelaksana pekerjaan / proyek sudah terpenuhi, adapun terkait yang di undang ketika sosialisasi, menurut Reza itu urusan pemerintah setempat seperti RT/RW, pihak kecamatan dan Kades Entang. “Segala macam kewajiban sudah kami penuhi,” sebutnya.

Lebih lanjut, terkait pemasangan papan (plang) proyek yang cenderung tertutup dan tidak sesuai dengan UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Reza mengklaim UU ini tidak melekat kepada pelaksana pekerjaan seperti dirinya melainkan kepada yang punya pekerjaan.

“Silahkan menyurati instansi terkait, yang saya pahami untuk pemasangan papan proyek harus ditempatkan dimana dan tertuang di peraturan mana, menurut saya yang penting terlihat. Kalau pun dari luar pintu proyek tidak terbaca, silahkan masyarakat masuk untuk memastikan,” katanya.

Dijelaskan Reza, awalnya papan proyek ini ditempatkan di depan, namun saat pemasangan ada saran, Reza lupa saran dari siapa. Yang mengimbau untuk pemasangan papan proyek lebih baik di dalam saja, takut ada kerawanan, khawatir papan proyek ada yang nyuri dan juga bahan-bahan bangunan yang ada di depan khawatir mengganggu pekerjaan.

“Namun beberapa hari yang lalu sudah ada pihak kejaksaan yang turun ke lokasi, menyarankan papan proyek di tempatkan di depan. Memang kami sebagai pelaksana pekerjaan sudah ada rencana untuk beberapa hari ke depan papan proyek akan dipindahkan,” dalih Reza.

Diketahui, dalam Perpres Nomor 54 Tahun 2010 yang selama ini telah mengalami enam kali perubahan. Perubahan pertama Perpres Nomor 35 Tahun 2011, perubahan kedua Perpres Nomor 70 Tahun 2012, perubahan ketiga Perpres Nomor 172 Tahun 2014, perubahan keempat Perpres Nomor 4 Tahun 2015, perubahan kelima Perpres Nomor 16 Tahun 2018, dan terakhir menjadi Perpres Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa, diatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek dan memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek, kontraktor pelaksana serta nilai kontrak dan jangka waktu pekerjaan. PM. Hutabarat

Artikel ini telah dibaca 1225 kali

Baca Lainnya