Ketua DPRD Yudha Sukmagara Tanggapi Kisruh Distribusi BPNT di Kabupaten Sukabumi

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara (Foto : MS)

TBOnline, SUKABUMI | Polemik pendistribusian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi, mengundang perhatian Ketua DPRD Yudha Sukmagara. Beberapa kejadian di lapangan terkait bantuan sosial ini sangat disesalkan Yudha, ia bahkan berjanji akan mendalami masalah ini dalam waktu dekat.   

“Kami sangat menyesalkan terjadi hal-hal yang kurang elok dalam pendistribusian bantuan sosial ini. Kami akan mendalami secara otoritas dan aturan termasuk bagaimana peran pemerintah daerah, sehingga nantinya DPRD dapat menyimpulkan harus melakukan langkah seperti apa,” katanya, Sabtu (26/02/2022).

Bacaan Lainnya

Dijelaskan Yudha, dalam persoalan distribusi BPNT ini DPRD Kabupaten Sukabumi sudah pernah mengundang pihak-pihak terkait, ketika itu dari masalah e-warung sampai kepada TKSK, juga bagaimana peran perbankan yang ditunjuk oleh kementerian sosial di dalam ikut serta mendistribusikan bansos ini.

“Insya Allah minggu depan kami akan melakukan langkah-langkah diantaranya audiensi dengan tim dari pemerintah daerah, dimana selaku ketua tim koordinatornya adalah sekda dan juga sekretarisnya adalah dinas sosial. Kami juga akan mengundang TKSK serta seluruh pihak terkait untuk nantinya melihat kira-kira kendalanya dimana dan nantinya harus ada solusi ke depan, agar masyarakat bisa betul-betul mendapatkan manfaat dari bantuan sosial ini,” jelasnya. 

Ketua DPRD berharap pendistribusian bansos ini, khususnya di Kabupaten Sukabumi dapat tepat sasaran, tepat kualitas dan juga tepat kuantitas, karena menurutnya hal ini adalah amanat undang-undang dan aturan yang sudah ditetapkan.

Sebelumya, penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) ini sempat menimbulkan ketegangan bahkan nyaris terjadi baku hantam antara kepala desa dengan Ketua BPD di Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (24/02/2022).

Tangkapan layar yang viral saat Kades Neglasari bersitegang dengan Ketua BPD (Tribun)

Informasi yang dihimpun, Ketua BPD Neglasari Asri Suardi yang mendapatkan laporan terjadi selisih antara uang bansos sebesar Rp600 Ribu yang didapat keluarga penerima manfaat (KPM) dengan nilai komoditi pangan yang diperoleh dari e warung, kemudian menanyakan hal ini kepada kepala desa, ketika itu Ketua BPD menduga nilai komoditi pangan yang diperoleh KPM bila dijumlahkan seluruhnya hanya Rp400 Ribu sementara uang yang diterima Rp600 Ribu. Namun kejadian selanjutnya tak terduga, Kades Neglasari Rahmat Hidayat justru emosi dan menuduh Asri Suardi sebagai provokator.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman yang dikonfirmasi TBO terkait kisruh distribusi BPNT berjanji akan mendalami persoalan ini. “Wassalamu’alaikum, nanti saya dalami dulu, sebetulnya kita berpedoman pada aturan aja, haturnuhun,” singkatnya melalui WA, Sabtu (26/02/2022). M. Rizwan (joy)      

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *