Fakta Mengerikan Pilwu Serentak Indramayu 2025 : VULGAR, TEBAR UANG dan PEMBOTO

Oleh : Dudung Badrun

Tulisan ini didasarkan keterangan dari Cucuk / Timses Calon Kuwu dan Tim Monitoring di dua desa, yaitu Desa Segeran Kidul, Kecamatan Juntinyuat serta Desa Tugu Kidul, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.

Bacaan Lainnya

Dalam gelaran Pilwu Serentak di dua desa tersebut, diperoleh fakta sebagai berikut : Pertama, Tebar Uang Ketika Mengambil Nomor dan Pawai ⇒ di Desa Segeran Kidul, ketika pawai calon berinisial J melalui pemodal berinisial H.A memberikan kepada warga yang ikut pawai sebesar Rp50 ribu setiap orang. Sedangkan di Desa Tugu Kidul, tokoh berinisial W, mengatakan sebesar Rp 500 ribu untuk setiap orang warga yang ikut pawai.

Kedua, Tebar Uang Penetapan ⇒ di Desa Segeran Kidul, masing-masing calon tebar uang penetep, yang dilakukan dua malam sebelum hari H pencoblosan, masing masing calon merasa mendapat dukungan karena telah memberikan uang tersebut, sehingga merasa telah punya dukungan dari pemilih. Calon berisial U menebar kepada tiap pemilih sebesar Rp100 ribu, dan telah diterima oleh 3.750 pemilih. Sedangkan calon berisial G menebar uang antara Rp30 ribu sampai Rp50 ribu. Kemudian calon berisial J sebesar Rp50 ribu.

Cucuk salah satu calon berinisial S, dapat memprediksi pemilih akan memberikan dukungan dengan kalkulasi sebagai berikut : Calon berisial U sebanyak 3.750 suara ; Calon berisial G sebanyak 1050 suara dan Calon berisial J sebanyak 1.200 suara.

Berbeda dengan di Desa Tugu Kidul, uang penetep tersebut berkisar antara Rp500 ribu hingga mencapai Rp1 juta.

Ketiga, Peran Pemboto di Hari H ⇒ Peta suara masing-masing calon disampaikan kepada GG cucuk dari calon berisial G, tentang peta pemilih bahwa calonnya mendapat dukungan rendah, karena kalah modal. Lalu, apa langkah untuk keberhasilan dalam kontestasi Pilwu 10 Desember 2025 ? Responnya masih punya peluang untuk menang, karena pemboto berpihak kepada calonnya.

Tentang pemboto telah menjadi pengetahuan umum yang main dari desa tetangga dan bahkan kabar burung ada juga dari Karawang.

Selanjutnya….. Mari kita saksikan hasilnya nanti malam, Pilwu yang kami namakan Satanic Demokration / Demokrasi Rimba Raya karya Bupati Indramayu Lucki Hakim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *