Bangka Belitung Headline Nasional

Jumat, 8 Januari 2021 - 11:04 WIB

2 bulan yang lalu

Diduga Bakal Dialihfungsikan, Hutan Mangrove di Aliran Sungai Kajud Riding Panjang Habis Dibabat

TBOnline [BANGKA] — Perambahan hutan mangrove diduga terjadi di Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu-Kabupaten Bangka, tepatnya di sepanjang aliran Sungai Kajud yang termasuk wilayah Dusun Padang Labu dan Dusun Mengkubung.

Penelisikan TBO, setelah hutan tanaman bakau ini dirambah dan dibersihkan, kemudian ditanami dengan jenis bibit tanaman perkebunan agar dapat dibuatkan Surat Penguasaan Hak Tanah (SPHT).

“Setelah ada SPHT lahan tersebut diduga dijual ke pihak pengusaha,” sebut sumber TBO.

Sementara itu, Kades Riding Panjang Surya Darma, saat dikonfirmasi mengaku awalnya tidak mengetahui aktivitas perambahan hutan mangrove di wilayah nya ini.

“Karena memang tidak ada pemberitahuan sebelumnya ke pihak desa,” katanya.

Surya Darma mengaku pihaknya hanya mendapat informasi terkait perambahan hutan mangrove di wilayah nya ini.

Dilansir dari situs mongabay mangrove sering disebut hutan payau atau populer dengan sebutan hutan bakau. Disebut hutan payau, karena hutan ini tumbuh di atas substrat (media tumbuh) yang digenangi campuran air laut dan juga air tawar.

Perpaduan keduanya menjadikan air di daerah tersebut menjadi payau. Disebut hutan bakau, karena orang sering mengenali dengan keberadaan spesies bakau (Rhizopora sp) yang dominan.

Hutan mangrove tumbuh di sepanjang pesisir pantai, muara sungai, bahkan ada yang tumbuh di rawa gambut. Komunitas dan pertumbuhan hutan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor alam, misalnya tipe tanah, salinitas, dan pasang surut, serta hempasan gelombang. Andi Mulya

Artikel ini telah dibaca 1094 kali

Baca Lainnya