TBOnline, LEBAK ¦ Himpunan Mahasiswa Gunung Kencana (HIMAGUNA) menuntut agar Bupati Lebak segera menonaktifkan Camat Gunung Kencana, serta mendesak Inspektorat Kabupaten Lebak melakukan audit dan investigasi menyeluruh, terkait tidak transparannya penggunaan anggaran Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) dan Tim Paskibraka oleh Camat Gunung Kencana.
“Publik harus tahu bahwa Kecamatan Gunung Kencana mendapatkan alokasi anggaran Rp. 33.630.000, untuk kegiatan PHBN dan Tim Paskibraka, yang dicairkam pada periode Juli sebesar Rp. 15.657.000,- dan sisanya Rp. 17.955.000, dicairkan pada Agustus. Mata anggaran ini bersumber dari alokasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang terdapat dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2025,” ungkap Koordinator Lapangan Himaguna, Jimi Pratama, saat aksi di halaman Kantor Kecamatan Gunung Kencana, Jum’at (15/8/25).
Dugaan tidak transparannya pihak Kecamatan Gunung Kencana dalam penggunaan anggaran ini, ungkap Jimi, karena berdasarkan investigasi pihaknya, setiap rapat panitia PHBN dari tahun ke tahun, Camat Gunung Kencana tidak pernah menyampaikan bahwa ada alokasi anggaran untuk kegiatan PHBN dan Paskibra.
“Pembahasan hanya seputar partisipasi iuran instansi, pengusaha serta ASN atau pegawai di lingkungan Kecamatan Gunung Kecana. Jadi, anggaran untuk PHBN dan Paskibraka itu murni dari hasil iuran dan partisipasi tersebut. Lantas, dikemanakan anggaran yang bersumber dari PAD tersebut, apa jadi bancakan camat? Himaguna akan terus mengawal sehingga ada transparansi penggunaan anggaran ini,” tanya Jimi.
Sayang, hingga kini Camat Gunung Kencana, Firman Arif Hidayat, masih menutup rapat informasi terkait penggunaan anggaran PHBN dan Tim Paskibraka yang bersumber dari PAD tersebut.






