TBOnline [BANYUASIN] — Recok pembagian bantuan langsung tunai [BLT] bagi warga terdampak Covid 19 terjadi di wilayah Desa Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin1-Kabupaten Banyuasin, Kamis [11/06/2020].
Pangkal kericuhan ditengarai karena pembagian BLT ini dianggap tebang pilih dan tidak transparan, pantauan TBO para ibu kompak mendatangi kantor desa untuk menanyakan kondisi ini. “Ada satu keluarga yang mampu juga PNS yang menerima BLT, kenapa kami tidak. Suami saya menganggur pak semenjak corona ini, kami juga mau makan. Makanya kami menanyakan bantuan langsung tunai [BLT] yang dibagikan pemerintah melalui dana desa ini, karena kami juga berhak, kami merasakan juga dampak ini,” kata seorang ibu yang ikut menggeruduk kantor desa.

Bila dihitung rata-rata, seharusnya dana BLT yang disalurkan setiap bulan menjadi Rp198.333,333 untuk 330 KK pada tahap pertama yang sudah diverifikasi.
Namun sangat disayangkan pembagian untuk bulan April saja masih belum selesai, sementara hingga kini BLT yang baru tersalur hanya kepada 215 KK dari 330 KK pada tahap pertama, untuk tahap kedua tercatat sebanyak 112 KK selanjutnya 103 KK, selebihnya alokasi kepada 115 KK menunggu sampai tahap ketiga.
Kades Sungai Rebo Budi Kurniawan memberikan keterangan bahwa penggunaan anggaran dana desa untuk Covid -19 juga disalurkan kepada Posyandu, PAUD dan marbot masjid. “Selain itu kita juga melakukan pencegahan dengan memutus mata rantai virus dengan melakukan penyemprotan disinfektan, kemudian mendirikan pos pemantau dan membeli alat termo scan untuk mengukur suhu tubuh, sabun dan lain sebagainya,” kata Budi Kurniawan.
Berlainan dengan pengakuan Kades Budi Kurniawan ini, sumber TBO yang minta namanya tidak disebut menyebutkan kegiatan penyemprotan yang dilakukan pihak desa hanya satu kali saja dilakukan, sedangkan alat penyemprot disinfektan didapatkan dengan meminjam dari pihak pertamina. “Pengerjaannya juga asal-asalan,” katanya.
Sumber ini juga menyebutkan alokasi anggaran untuk penanganan Covid 19 berupa pembelian hand sanitizer [cairan pencuci tangan/anti septik], masker dan sarung tangan senilai Rp31 Juta yang hingga kini diduga belum dimanfaatkan pihak desa.
Kades Sungai Rebo Budi Kurniawan tidak menampik informasi ini, ia mengaku dana Rp31 Juta tersebut kini berada ditangan sekretaris desa [sekdes] nya. “Benar, uang tersebut ada di saya, apa perlu saya perlihatkan,” tukas Sekdes Sungai Rebo.
Sumber TBO yang mengetahui ihwal dana Rp31 Juta untuk penanganan Covid 19 yang masih berada di Sekdes Sungai Rebo ini sangat menyayangkan lambannya penyaluran dana ini. “Orang berasumsi uang tersebut cuma disimpan bukan dipakai untuk menanggulangi wabah covid, diduga uang tersebut mau dikuasai atau uang tersebut cuma untuk makan minum perangkat desa saja. Sementara masyarakat untuk makan saja susah dan was-was akan terjangkit corona,” sesalnya.
Menurut sumber ini, tampak struktur pemerintahan desa tidak menjalankan fungsi yang seharusnya, karena dana desa seyogianya dipegang oleh bendahara desa bukan sekretaris desa, selain itu untuk pengadaan atau belanja desa semestinya dilakukan kasi umum bukan kasi pembangunan. “Kami menduga aparat Desa Sungai Rebo tidak transparan dalam mengelola anggaran dana desa, karena terkesan menutup-nutupi masalah penggunaan dana desa ini,” pungkasnya. Rahmad






