Berita Daerah Nasional

Thursday, 7 November 2019 - 16:36 WIB

1 week yang lalu

Pihak Kelurahan Romodong Indah bersama pengurus RT dan Bhabinkamtibmas mendatangi pemukiman warga pendatang di sekitar Pantai Batu Atap [Foto: Istimewa]

Pihak Kelurahan Romodong Indah bersama pengurus RT dan Bhabinkamtibmas mendatangi pemukiman warga pendatang di sekitar Pantai Batu Atap [Foto: Istimewa]

Dianggap Meresahkan, Warga Minta Pendatang di Pantai Batu Atap, Belinyu Segera Pergi

TBOnline [BANGKA] – Resah akan keberadaan ratusan warga pendatang dari luar Bangka Belitung yang masuk ke wilayah Kelurahan Romodong Indah, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.

Maka pada Rabu [06/11/2019] Lurah Romodong Indah, Lailani didampingi Arfan pengurus RT Pelaben serta pengawalan Bhabinkamtibmas setempat dan warga, mendatangi pemukiman warga pendatang di seputar Pantai Batu Atap. Tiba dilokasi, pihak kelurahan memberikan himbauan agar para pendatang yang sebagian besar beraktivitas menambang timah di laut dan pesisir Pantai Batu Atap agar segera meninggalkan tempat. “Kami menghimbau agar para warga pendatang disini bisa pindah, atau mencari tempat tinggal [kontrakan –red] yang layak sehingga bisa berbaur dengan warga disini,” ujar Lailani dilokasi.

Lailani, Kepala Kelurahan Romodong Indah saat dilokasi warga pendatang [foto: istimewa]

Menurut Lurah Lailani para pendatang ini berkelompok dan hidup secara eksklusif. “Mereka tidak bergaul dengan warga disini, dan masih memegang identitas dari daerah asal. Untuk itu kami minta agar mereka segera meninggalkan lokasi dan menutup aktivitas tambang mereka,” tukasnya.

Keresahan warga dengan keberadaan para pendatang ini juga diungkap Arfan, pengurus RT 01/ RW 05, menurutnya semenjak kedatangan warga luar diwilayahnya acap terjadi tindak kejahatan seperti pencurian mesin tambang, handphone bahkan disinyalir terdapat peredaran narkoba. “Ini kan merusak generasi muda disini,” katanya. Terlebih, sambung Arfan, warga pendatang ini tidak pernah melaporkan identitas nya kepada pengurus RT. “Kita tidak pernah tahu berapa jumlahnya, siapa namanya, padahal keberadaan mereka diwilayah

Arfan, salah seorang pengurus RT Pabelan [foto: istimewa]

kita sudah hampir 5 tahun. Namun tidak pernah ada laporan,” ujarnya. Untuk itu Arfan meminta agar para pendatang ini bisa meninggalkan lokasi, karenadikhawatirkan  dapat mengganggu kondusifitas warga. “Ini juga permintaan warga disini,” jelasnya. Redaksi ***

Artikel ini telah dibaca 119 kali

Baca Lainnya