Target Buser Sumatera

Minggu, 15 April 2018 - 22:24 WIB

4 tahun yang lalu

Ilustrasi curanmor

Ilustrasi curanmor

Tiga Kawanan Spesialis Curanmor Dibekuk Polisi di Medan, Dua Diantaranya Di “Dor”

TB-Online Sumatera

Peta kriminilitas di Kota Medan terkait banyaknya curanmor semakin hari ada saja kedengarannya. Ada sepeda motor warga yang hilang atau dibegal atau dipinjam kepada pemilik yang dikenal, namun akhirnya si pemilik menanti-nanti sepeda motornya kembali, namun tak kunjung pulang. Lain lagi tumbuh kembangnya geng-geng curanmor yang sangat meresahkan warga.

Kerja keras pihak kepolisian patut diacungi jempol. Pasalnya dua dari sekawanan bandit spesialis curanmor itu kakinya dilumpuhkan polisi dengan timah panas. Dua anggota geng curanmor yang di dor dengan timah panas itu adalah Arnold Hasan Basri (25), warga Jalan Hermal ll, Gang Satria, Kecamatan Medan Denai. Dan Indra Surya Permana (23), warga Jalan Utama, Gang Quba, Kecamatan Medan Area.

Keberadaan dua bandit sepisialis curanmor itu di “gali” polisi dari teman aksi mereka Satria Herlambang Simanjuntak (24) yang ketangkap polisi sehari sebelumnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, Kamis (12/4) lalu bercerita soal penggerebekan geng yang meresahkan warga itu.

Satria, warga Bakaran Batu, Gang Famili, Lubuk Pakam ditangkap sedang asik bermain warnet di Jalan Bromo Medan pada Senin (9/4) pagi. Ià ditangkap karena laporan dua warga yang menjadi korban pencurian sepeda motor diantaranya adalah Adjir Zulfadli (19), warga Jalan Brigjend Katamso, serta Irfanayah Pospos (19), warga Jalan Halat.  Laporan tentang kasus mereka masing-masing teregistrasi dalam nomor LP/220/K/lll/2018/SPKT/Medan Area dan LP/223/K/III/2018/Medan Area.

Satria diinterogasi polisi, alhasil keberadaan ke dua teman Satria diketahui polisi. Hari itu juga kedua bandit spesialis curanmor, Arnold dan Indra, teman Satria itu dibekuk polisi. Keduanya berontak berupaya kabur, hingga membuat polisi terpaksa melepaskan peluru senjatanya dan terdengar suara dor…dor…dor, lumpuhlah kedua penjahat itu setelah timah panas petugas melukai kaki mereka.

Keduanya diboyong ke RS Bhayangkara, Medan. Ketiga kawanan pelaku spesialis sepeda motor itu dijerat Pasal 363 ayat (1) 3e dan 4e KUHPidana dengan ancaman 7 tahun penjara. Wak Tarbus

Artikel ini telah dibaca 729 kali

Baca Lainnya