TBOnline, SUKABUMI ¤ Polemik terkait acara silaturahmi nasional (Silatnas) yang dihadiri ribuan kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) di Istora Senayan, Jakarta, pada Selasa (29/03/2022) lalu, yang salah satu agendanya mendukung Presiden Jokowi menjabat 3 periode hingga kini belum juga mereda. Situasi kian meruncing dengan informasi terjadi dualisme di tubuh Apdesi, satu dibawah kepemimpinan Surtawijaya yang menggelar deklarasi kemarin, satu lagi diketuai Arifin Abdul Majid. Keduanya saling klaim sebagai organisasi yang paling absah menaungi para kepala desa di seluruh Indonesia.
Ketua DPC Apdesi Kabupaten Sukabumi yang juga Kepala Desa Sukakersa Deden Deni Wahyudi yang ikut hadir dalam Silatnas, angkat bicara terkait dukungan Apdesi kepada Presiden Jokowi yang tengah jadi perdebatan ini.

“Saya sampaikan bahwa pemberitaan yang hari ini ramai disampaikan oleh beberapa media, bahwa kami para kepala desa yang tergabung dalam Apdesi pada waktu Silatnas mendeklarasikan dukungan kepada Presiden Jokowi 3 periode. Untuk itu saya atas nama Ketua DPC Apdesi Kabupaten Sukabumi menyatakan informasi tersebut tidak benar,” tegas Deden, Jum’at (01/04/2022).
Dijelaskan Deden, para kepala desa tidak mungkin melanggar konstitusi dan perundang-undangan yang mengatur tatanan pemerintahan tentang jabatan presiden, apalagi kepala desa tidak boleh berpolitik karena hal ini sudah diatur oleh UU Desa No. 6/2014 Pasal 29.
“Tidak mungkinlah kita sampai ke arah sana (deklarasi), karena kita hadir dalam Silatnas Apdesi kemarin semata-mata pure untuk berjuang menyampaikan aspirasi dan tuntutan untuk kesejahteraan desa dan masyarakat desa, yang Alhamdulillah pada waktu Silatnas kemarin bepak presiden mengakomodir beberapa aspirasi yang kita sampaikan, walaupun ada beberapa poin yang blum sesuai dengan tuntutan kita. Misalnya tuntutan untuk operasional pemdes yang kita ajukan 5% tapi bapak presiden sementara hanya mengabulkan 3% dan akan bertahap untuk sampai ke angka 5%. Sedangkan poin lainnya Insya Allah bisa diakomodir sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.
Deden juga berharap agenda Silatnas Apdesi dapat terus dilaksanakan sebagai ajang silaturahmi dan komunikasi para kepala desa.

“Saya bersama seluruh kepala desa mengucapkan terima kasih kepada presiden yang sudah memberikan waktu menerima para kepala desa dalam silaturahmi nasional. Harapan kita agenda ini bisa terus dilaksanakan, kalau bisa setahun sekali karena momen ini sangat penting bagi para kepala desa sebagai ajang silaturahmi dan komunikasi demi kemajuan NKRI sesuai dengan slogan ‘Desa Bersatu Membangun Indonesia’,” tutupnya. Joy






