Plt Kadispar Jujun Juaeni Buka Pelatihan Pemandu Wisata Alam Arung Jeram : Genjot PAD Kepariwisataan dan Ekonomi Lokal Kemasyarakatan

oplus_0

TBOnline, SUKABUMI ¦ Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Jujun Juaeni, membuka pelatihan pemandu wisata alam (arung jeram) bagi pemula, yang dilaksanakan di Caldera Adventure Cikidang, dari tanggal 9 hingga 11 Juli 2024, dengan menghadirkan narasumber dari Federasi Arung Jeram Indonesia, Balawista dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), serta diikuti 40 orang peserta.

Plt. Kadis Jujun Juaeni, dalam sambutannya mengatakan pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka pembinaan, peningkatan dan pengembangan kualitas tenaga kerja (SDM) pariwisata di Kabupaten Sukabumi, khususnya di sektor arung jeram.“Dalam pelatihan ini peserta akan belajar banyak hal penting, termasuk keselamatan dan keterampilan teknis kepariwisataan sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), seperti menangani situasi konflik, bekerjasama dengan kolega dan pengunjung, mengantisipasi kondisi darurat, memberikan petunjuk kepada pengunjung, hal ini semua agar kompetensi operator atau pemandu wisata arung jeram di Kabupaten Sukabumi lebih baik lagi,” jelas Jujun.

Bacaan Lainnya

Kadis berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta dapat menjadi SDM yang berkualitas, menjaga kepercayaan rasar, dan siap bersaing  untuk menggenjot PAD Kepariwisataan dan Ekonomi Lokal Kemasyarakatan.  

Sementara itu, Kepala Bidang SDM dan Ekonomi Kreatif Dispar Kabupaten Sukabumi Ujang Soleh Suryaman, menambahkan pelatihan pemandu wisata alam (arung jeram) ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan potensi, kemampuan, keterampilan sumber daya manusia, untuk mewujudkan visi pariwisata dunia.  

“Hari ini kita melatih pemandu wisata tirta yaitu arung jeram, dengan peserta yang masih belum berpengalaman (pemula), mengingat  daerah tujuan wisata terutama wisata tirta (tubbing/arung jeram) menyebar di seluruh kabupaten Sukabumi, untuk peserta dibatasi 40 orang dari ratusan pendaftar dari berbagai wilayah karena kita umumkan lewat media sosial artinya sifat keterbukaan kita tanamkan bahwa informasi ini bisa menyebar ke seluruh masyarakat,” katanya.   

Ujang Soleh menjelaskan selama tiga hari pelatihan, peserta akan diberikan materi pelatihan pemandu arung jeram dari narasumber terkait teknis-teknis dasar, pengetahuan umum dan juga  praktek langsung.

“Adapun materi-materi yang disampaikan adalah materi dasar bagaimana upaya-upaya kesehatan lingkungan , jangan sampai kegiatan wisata ini merusak lingkungan, ada berbagai upaya yang dilakukan agar peserta ikut melestarikan alam, jadi tidak ada efek samping negatif akibat dari kegiatan wisata. Semoga dengan pelatihan ini dapat melahirkan calon-calon pemandu yang handal dan profesional sesuai dengan keahlian di bidangnya,” tandas Ujang Soleh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *