TBOnline, BIMA ¦ Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima menyatakan perang terhadap korupsi dengan menggandeng sejumlah lembaga kontrol sosial. Langkah ini menandai babak baru dalam upaya penegakan hukum yang lebih tegas dan tanpa kompromi di wilayah Bima.
Inisiatif ini diwujudkan melalui silaturahmi yang dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci dari berbagai lembaga, termasuk Ketua Front Masyarakat Anti Korupsi NTB (F-Maki NTB) Danil Akbar, Ketua Laskar Transparansi dan Kebijakan Anti Korupsi (LATSKAR) Rafikkurrahman, S.Sos., Ketua DPD Gabungan Masyarakat Indonesia NTB (GMI-NTB) Iwan Setiawan, serta Kepala Perwakilan Media Target Buser Online (Tbo) NTB Adim.
Dalam kesempatan ini, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bima Herru Kamarullah, S.H., M.H., menegaskan bahwa korupsi adalah musuh utama yang harus dilawan bersama. “Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi praktik korupsi di Bima. Sinergi dengan lembaga kontrol sosial adalah kekuatan tambahan untuk memberantas kejahatan ini,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua F-MAKI NTB Danil Akbar juga memberikan apresiasi atas kinerja Kajari Bima Herru Kamarullah. “Kami melihat penempatan Herru Kamarullah sebagai Kajari Bima, adalah posisi yang tepat dalam rangka pemberantasan tindak pidana korupsi di daerah (Kota dan Kabupaten Bima), ini sesuai dari pernyataannya bahwa beliau adalah bagian dari pada Satgas Tindak Pidana Korupsi di Kejaksaan Agung. Kajari Bima membawa harapan baru bagi masyarakat yang tengah mengalami krisis kepercayaan terhadap lembaga hukum, penunjukan Herru adalah angin segar. Kami siap mengawal dan mendukung setiap upaya Kejari Bima dalam memberantas korupsi. Ini adalah momentum penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga hukum,” ujarnya.
Kesan Danil Akbar, Kajari Herru Kamarullah sosok yang ramah dan sangat terbuka, namun tegas dalam menjalankan fungsi dan profisionalismenya sebagai aparat penegak hukum. “Sehingga kami pun berkomitmen, sebagai lembaga kontrol sosial untuk mendukung penuh kinerja beliau, hal ini dalam rangka upaya perbaikan dan pembenahan carut marut ekosistem hukum yang ada di wilayah Kota dan Kabupaten Bima,” tegasnya.
Rafik Rahman dari LATSKAR menambahkan, pihaknya juga siap memberikan dukungan tanpa batas kepada Kejari Bima. “Kami akan menyediakan segala informasi dan data yang dibutuhkan untuk mengungkap kasus-kasus korupsi. Tidak ada kata ragu dalam perang melawan korupsi,” katanya.
Demikian pula Ketua DPD GMI-NTB, meminta dengan tegas agar kemitraan ini benar-benar membawa perubahan besar di daerah ini, sehingga kasus-kasus yang mandek selama ini dapat dituntaskan.
Saat Kepala perwakilan Media TBO-NTB Adim, menyampaikan keluhan bahwa Bima ini sedang tidak baik-baik saja, Kajari Herru terperangah dan kaget, ia kemudian merespon dengan semangat dan mengatakan akan memulai dengan lembaran baru.
Di akhir pertemuan, Kajari Bima menyampaikan terima kasih atas kehadiran para perwakilan dari berbagai lembaga kontrol sosial sebagai representasi masyarakat. “Saya berterima kasih atas kehadiran teman-teman lembaga kontrol sosial sebagai perwakilan masyarakat yang membangun sinergisitas. Kami akan bereskan apa yang menjadi keluhan masyarakat Bima. Jangan bosan-bosan datang ke sini. Dengan dukungan penuh dari kawan-kawan ditambah partisipasi aktif masyarakat, Kejari Bima optimis dapat memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya, serta mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel,” tutupnya.
Diketahui, Kajati NTB, Wahyudi, melantik Kajari Bima Heru Kamarullah, mantan Koordinator pada Kejati Maluku Utara, pada Selasa (4/11) lalu. Heru dipercaya menggantikan Ahmad Hajar Zunaidi, yang kini menjadi Kajari Kendal. adim






