Kegiatan Sosialisasi Peta Daerah Rawan Pangan

TB-Online, Lebak — Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak menyelenggarakan kegiatan sosialisasi peta daerah rawan pangan (food security and Vulnerability Atlas / FSVA) di 5 kecamatan yang menjadi sasaran alokasi kegiatan penanganan daerah rawan pangan TA 2018. Sosialisasi dilaksanakan sebanyak 5 kali yaitu masing-masing di Kecamatan Wanasalam, Kecamatan Malingping, Kecamatan Cijaku, Kecamatan Sajira dan Kecamatan Cibadak.

Kegiatan sosialisasi diikuti oleh masing-masing 30 orang peserta di tiap kecamatan yang terdiri atas Camat, Petugas Keamanan, Kepala Desa, Perangkat Desa, Kepala UPT, PPL, Kelompok Tani serta Perwakilan Masyarakat. Maksud dan tujuan kegiatan sosialisasi adalah untuk menginformasikan kondisi kerentanan terhadap kerawanan pangan sampai dengan tingkat Desa / Kelurahan, serta sebagai bahan penyusunan rekomendasi kebijakan pencegahan dan penanganan kerawanan pangan pada tingkat Desa / Kelurahan.

Pada sambutannya Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak, Bapak Rahmat Yuniar, Sp, M.Si menyampaikan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama. Pemenuhan pangan sangat penting sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Mengingat pentingnya memenuhi kecukupan pangan, setiap negara akan mendahulukan pembangunan ketahanan pangannya sebagai fondasi bagi pembangunan sector-sektor lainnya. Sementara ketahanan pangan menghendaki kecukupan ketersediaan pangan yang dibutuhkan. Dilanjutkan bahwa penyelenggaraan pangan di Kabupaten / Kota termasuk di Kabupaten Lebak mencakup 4 urusan dan 9 sub urusan antara lain penanganan kerawanan pangan.

Selain itu, Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 8 Tahun 2007 tentang Penetapan Urusan Pemerintah yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Lebak juga menyatakan bahwa 1 dari 26 urusan wajib Pemerintah Kabupaten Lebak adalah mengenai Ketahanan Pangan .

Lebih lanjut lagi Kepala Dinas menambahkan dengan adanya Peta Daerah Rawan Pangan (food security and Vulnerability Atlas / FSVA) ini tingkat kerentanan terhadap kerawanan pangan beserta penyebabnya dapat diidentifikasi secara komprehensif, Peta Daerah Rawan Pangan (food security and Vulnerability Atlas / FSVA) adalah merupakan salah satu alat / tool yang memberikan informasi dan gambaran tentang kondisi ketahanan dan kerentanan wilayah, dirinci sampai pada level administrasi yang lebih kecil yaitu pada level desa.

FSVA didasarkan pada indikator yang bersifat komposit yang terdiri dari 3 aspek yaitu Aspek Ketersediaan Pangan, Keterjangkauan Pangan, dan Pemanfaatan Pangan. Indikator-indikator dalam menganalisis pemetaan kerentanan dan kerawanan pangan di Kabupaten Lebak dikumpulkan hingga tingkat desa.

Peta daerah rawan pangan ini menjawab beberapa pertanyaan mendasar yaitu :

  1. Dimana lokasi yang tahan /. Rentan terhadap persoalan ketahanan pangan (dirinci sampai pada level desa).
  2. Mengapa lokasi itu tahan / rentan terhadap ketahanan pangan (dimensi dan indikator apa yang paling berpengaruh ; apakah dimensi ketersediaan, aksesibilitas atau pemanfaatan pangan yang bermasalah dilokasi itu, dan akan dicermati lagi indikator yang dominan mempengaruhi kondisi tersebut )

Hasil yang diharapkan dari kegiatan sosialisasi yaitu kedepannya dapat dilakukan kolaborasi program / kegiatan penanganan bersama oleh seluruh stakeholders untuk kondisi sebagaimana ditunjukan oleh peta daerah rawan pangan ini secara bersama-sama dalam suatu sinergisitas yang baik, agar dapat segera dituntaskan prioritas permasalahan ketahanan pangan kedepan secara berkelanjutan.
(Inforial Dinas Ketahan Pangan Kabupaten Lebak)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *