Hj. Mahdalena Bantah Laporkan Tim Sukses : Laporan ITE ke Polda Oleh Wardan Karena Merasa Terhina

TBOnline, BIMA | Di tengah sorotan positif dan kekaguman masyarakat terhadap peranannya sebagai anggota DPR RI Dapil NTB I, Hj. Mahdalena, tiba-tiba dihebohkan dengan tuduhan yang menyebar cepat melalui media. Seperti yang dimuat media Kawah NTB, dosen Administrasi Publik dari Universitas Teknologi Surabaya, Bung Deven, mengajukan klaim bahwa ia telah melaporkan istri mantan tim sukses yang pernah membantu dalam kampanye pemilihan umum kemarin.

Tuduhan tersebut langsung menarik perhatian masyarakat, terutama warga Sumbawa dan Bima yang merupakan konstituennya, Kepala Perwakilan Media Nasional TBO-NTB, Adim, segera mengambil langkah untuk menghubungi Hj. Mahdalena secara langsung untuk meminta klarifikasi terkait persoalan yang menggemparkan itu.

Bacaan Lainnya

Wati wara saya ma lapor ari (tidak ada saya melaporkan adinda),” ungkap Hj. Mahdalena dengan nada tegas dalam wawancara eksklusif dengan Adim (TBO-NTB), menyanggah tuduhan yang menyebar.

Ia juga menjelaskan secara rinci bahwa yang melakukan pelaporan terhadap Jeng Fitri, salah satu anggota mantan tim sukses yang disebutkan dalam berita sebelumnya, bukanlah dirinya sendiri. Menurutnya, pelaporan yang diajukan adalah laporan terkait pelanggaran Informasi dan Teknologi (ITE), yang dilakukan oleh seorang wardan yang merasa terpaksa berbuat demikian setelah melihat perilaku Jeng Fitri yang menghina dan mencacinya.

“Yang laporkan Jeng Fitri itu adalah Wardan, karena Jeng Fitri telah menghina dan mencaci makinya,” tambahnya.

Ia mengungkapkan bahwa kata-kata yang diucapkan Jeng Fitri sangat kasar dan tidak pantas, baik secara lisan maupun melalui media sosial, sehingga mendorong Wardan tersebut untuk melakukan laporan ke Polda NTB.

Pada kesempatan ini, juga patut diingat pesan penting terkait perilaku semacam itu. “Di tengah kemudahan berbagi informasi, mari kita ingat, bahwa setiap kata yang kita publikasikan berdampak. Hinaan tidak akan menyelesaikan masalah, melainkan menambah kesusahan. Mari kita pilih kata-kata yang penuh rasa hormat, agar tidak ada yang terluka dan terlibat dalam masalah hukum,” ujarnya.

Hj. Mahdalena menegaskan bahwa laporan ITE tersebut telah secara resmi diterima oleh pihak Polda NTB dan sedang dalam proses pemeriksaan awal. “Saya tahu bahwa laporan itu diajukan ke Polda NTB, tapi saya tidak terlibat sama sekali dalam proses pengajuan atau penyusunan laporan tersebut. Semua itu adalah keputusan pribadi dari Wardan yang merasa terluka akibat kata-kata Jeng Fitri,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa ia selalu menghargai kontribusi semua orang yang pernah membantu dalam perjalanan politiknya, termasuk mantan tim sukses.

“Saya tidak pernah melupakan orang-orang yang pernah bergandengan tangan dengan saya, karena kemenangan saya bukan hanya hasil kerja saya sendiri, tapi juga kerja sama semua rekan dan teman,” katanya dengan nada penuh penghargaan.

Dalam kesempatan ini, Mahdalena juga meminta masyarakat agar tidak tergiur oleh informasi yang belum terverifikasi dan selalu mencari kebenaran dari sumber yang jelas.

“Saya berharap masyarakat tidak cepat percaya pada berita sembarangan. Kebenaran selalu ada, hanya butuh waktu untuk muncul, dan saya yakin pihak berwenang akan memproses kasus ini dengan adil,” tegasnya.

Klarifikasi ini diharapkan dapat mengakhiri keraguan yang muncul di tengah masyarakat dan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang peristiwa yang sebenarnya terjadi, bukan hanya berdasarkan tuduhan yang belum teruji. adim /(ntb1)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *