Haul KH. Chotamarrasyid Ke 67 Tahun, Ulama Penyebar Islam di Pulau Bangka

TBOnline, BANGKA BARAT ¤ Keluarga besar K.H. Chotamarrasyid bersama-sama warga Desa Bakit serta masyarakat di Kecamatan Belinyu menggelar Haul Ke – 67 tahun, dengan mengadakan manaqiban untuk mengenang jasa besar KH. Chotamarasyid yang berdakwah dan menyebarkan agama islam di Pulau Bangka, utamanya di daerah Belinyu, Parit Tiga hingga Mentok, Bangka Barat. Selain itu dilakukan juga pembacaan surat Yasin, penggantian kelambu kubur serta pembagian bingkisan untuk anak yatim, Minggu (14/8/2022).

Dari berbagai literatur diketahui K.H. Chotamarrasyid lahir pada tahun 1883 Masehi atau 1303 Hijriyah di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Orang tua nya bernama K.H. Usman yang juga merupakan pendakwah dan penyebar agama islam.

Sejak kecil hingga remaja K.H. Chotamarrasyid tekun mempelajari ilmu agama islam dibimbing orang tuanya K.H. Usman dan para syaikh di Banjar, salah satunya Syaikh K.H. Abdurrahman Siddiq yang masih ada nasab keluarga dengannya. Setelah besar K.H. Chotamarrasyid berdakwah dan mengajarkan agama Islam di Kota Palembang dan sekitar nya, kemudian beliau bertemu jodoh dan menikah dengan Hj. Latifah binti Muhammad Akib di Kota Palembang, dan di karuniai 4 (empat) orang anak, yang pertama diberi nama Abdul Somad, anak kedua bernama Usman, anak ketiga bernama H. Ahmad Nanang dan keempat bernama Muchtar Akib.Setelah sekian lama (± 20 tahun) berdakwah menyebarkan agama Islam di Kota Palembang dan semenanjung Malaka, pada tahun 1924 KH. Chotamarrasyid merantau ke Pulau Bangka dan menetap di Kota Belinyu tepatnya di Masjid Jam’i Kampung Tengah, Belinyu. Beliau berdakwah mengajarkan agama Islam dan banyak melahirkan para pengikut di Belinyu diantaranya Muallim Salim, H. Dja’far A Rozak, Muallim H. Usin, H. Fatullah, H.A. Gafur, H.A. Gofar dan H.A. Gunjir.

Dalam berdakwah ini mungkin terinspirasi dengan nama tempat pemakaman para sahabat atau pengikut Nabi Muhammad SAW bernama pemakaman Bakiq, yang berada di samping Masjid Nabawi di Kota Madinah, sedangkan tidak jauh dari Kota Belinyu tepatnya di pesisir pantai Teluk Kelabat ada satu perkampungan warga yang bernama Bakik, di Kecamatan Jebus sekarang. Maka beliau beserta ke – 4 anaknya yang sudah beranjak dewasa pada tahun 1925 hijrah dari Kota Belinyu ke Kampung Bakik, dan bermukim disana (wilayah Bakik tersebut kini merupakan Desa Bakit di Kecamatan Jebus, Bangka Barat). Ketika di Bakik, KH. Chotamarrasyid melanjutkan perjuangan dakwah dan menyebarkan agama islam serta mengajak masyarakat untuk memperbaiki masjid di Kampung Bakit. Tidak hanya di Bakit, beliau juga berdakwah di masyarakat Kecamatan Belinyu, Kecamatan Jebus, Kecamatan Mentok, Kecamatan Kelapa, Kecamatan Mendo Barat, Puding, Bakam, Kota Pangkal Pinang dan sekitar nya.

Hadir dalam acara Haul KH Chotamarrasyid ke 67 tahun ini unsur Forkopimda Kabupaten Bangka dan Bangka Barat, Wakapolres Bangka Tengah Kompol M. Soleh, Kadis Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Syarli Nopriansyah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Camat Belinyu Lingga Pranata, warga Kecamatan Belinyu serta warga Desa Bakit dan sekitarnya. andi ‘belinyu’ mulya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *