Danil Akbar Soroti Persoalan Lingkungan : Pemkot Bima Harus Bisa Atasi Krisis Lingkungan

TBOnline, BIMA ¦ Kondisi lingkungan Kota Bima-NTB, kian hari kian memprihatinkan. Pengamat lingkungan, Danil Akbar, kembali menyuarakan kegelisahannya dengan mendesak Pemerintah Kota Bima untuk segera mengambil tindakan tegas dan melahirkan terobosan strategis dan inovatif dalam mengatasi krisis lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi kebersihan dan lingkungan Kota Bima, dimana gunungan sampah yang menggunung, sistem drainase yang amburadul, minimnya ruang terbuka hijau yang representatif, polusi udara yang menyesakkan dada, serta kerusakan lingkungan akibat penambangan galian C ilegal. Ini adalah masalah serius yang mengancam kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Kota Bima,” ungkap Danil Akbar dengan nada geram, Minggu (5/10/2025).

Bacaan Lainnya

Ia juga menyoroti dampak negatif dari penggundulan hutan di area pegunungan dan aktivitas penambangan galian C yang dilakukan secara serampangan tanpa mengantongi izin yang komprehensif.

“Aktivitas ilegal ini semakin memperparah kerusakan lingkungan dan meningkatkan risiko bencana alam yang dapat mengancam terjadinya krisis kemanusiaan akibat bencana alam,” tegasnya.

Dalam kesempatan berbincang dengan Tbo, Danil menuturkan ada lima hal sebagai langkah untuk selamatkan krisis lingkungan di Kota Bima, yang harus segera dieksekusi. Pertama, Revolusi Mental Masyarakat ⇒ Edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan melestarikan lingkungan harus digalakkan secara masif, berkelanjutan, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Kedua, Revolusi Sistem Pengelolaan Sampah ⇒ Pemerintah Kota Bima harus memastikan jadwal pengangkutan sampah yang teratur, mewujudkan lokus pengolahan sampah terpadu yang modern dan ramah lingkungan, serta menyediakan fasilitas tempat sampah yang memadai berikut petugasnya di setiap kelurahan hingga tingkat RT. Selain itu, Peraturan Daerah (Perda) tentang sanksi tegas bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

Ketiga, Normalisasi Total dan Pemeliharaan Drainase Berkelanjutan ⇒ Saluran drainase harus dinormalisasi secara total dan rutin, dibersihkan dari sampah dan sedimentasi. Selain itu sistem drainase juga perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar mampu menampung volume air saat hujan deras, sehingga Kota Bima tidak lagi menjadi langganan banjir. Keempat, Raih Kembali Ruang Terbuka Hijau ⇒ Pemerintah Kota Bima harus memperbanyak ruang terbuka hijau yang representatif di seluruh penjuru kota dan memastikan perawatannya yang berkelanjutan. Alih fungsi lahan hijau harus dihentikan dan ditindak tegas, kemudian ruang terbuka hijau adalah paru-paru kota, tempat masyarakat berinteraksi, berolahraga, dan menikmati udara segar. Serta menindak tegas penambangan ilegal yang ada, untuk memastikan keselamatan masyarakat dari ancaman bencana ekologis.

Lima, Perangi Polusi dengan Tindakan Nyata ⇒ Emisi gas buang kendaraan bermotor dan limbah industri harus dikendalikan dengan ketat melalui regulasi yang jelas dan penegakan hukum yang tegas, sehingga penggunaan energi bersih dan transportasi ramah lingkungan harus diprioritaskan sebagai solusi jangka panjang.

Fakta di Lapangan Sungguh Memilukan

Selama melakukan penelusuran di berbagai sudut Kota Bima, Danil Akbar menemukan sejumlah fakta yang sangat memilukan, antara lain : Gunungan sampah di area laut Ama Hami yang mencemari lingkungan dan mengancam kehidupan biota laut. “Ini adalah tragedi lingkungan yang harus segera dihentikan,” tegasnya.

Proyek Drainase Nufrep yang bermasalah karena saluran drainase dipenuhi sampah dan lumpur, serta tata ruang bangunan yang melanggar aturan tentang Sepadan Sungai. “Proyek ini gagal total dan hanya membuang-buang anggaran,” sesalnya.

Kemudian kondisi ruang terbuka hijau yang tidak terawat dan terkesan dibiarkan begitu saja. “Ini adalah bukti ketidakpedulian pemerintah terhadap lingkungan dan kebutuhan masyarakat,” kritiknya.

Polusi udara akibat asap kendaraan bermotor dan aktivitas industri yang semakin parah. “Masyarakat Kota Bima setiap hari menghirup udara beracun. Ini adalah pelanggaran terhadap hak asasi manusia,” kecamnya.

Pemerintah Harus Jadi Garda Terdepan dan Contoh yang Baik

Danil Akbar menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bima memiliki peran sentral dan tanggung jawab besar dalam mengatasi krisis lingkungan ini.

“Pemerintah harus menjadi leading sector dalam penanganan masalah ini melalui kebijakan strategis yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan paradigma perkotaan yang ideal. Pemerintah juga harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Danil Akbar dengan nada penuh harap mengkritik.

“Bisa gak bisa, ya harus bisa dong. Kan katanya Kota Bima BISA, masa gitu aja gak bisa!. Pemerintah Kota Bima harus mampu mengatasi krisis lingkungan ini demi mewujudkan Kota Bima yang Bersih, Indah, Sehat, Asri. Agar seluruh masyarakat merasa nyaman menikmati kehidupannya di Kota Bima tercinta ini. Dan merasakan betul keberadaan pemerintah di setiap sudut kota yang senantiasa menghadirkan kemajuan dan perubahan yang revolusioner dalam pengambilan keputusan dan kebijakannya,” demikian tandasnya. adim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *