TBOnline [PALEMBANG] — Buntut dari aksi Forum Kepala Desa (FKD) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel, pada Rabu (29/12/2021) yang meminta agar LSM dan media yang ‘meresahkan’ ditertibkan bahkan dibubarkan karena dianggap mengganggu kinerja kepala desa, mendapatkan tanggapan berupa aksi tandingan dari ratusan LSM, Ormas dan media yang dilaksanakan di Bundaran Air Mancur, Palembang, Senin (3/1/2022).
Ketua LSM GRANSI, Supriadi, dalam orasinya mengutuk keras aksi yang dilakukan forum kepala desa di OKU ini, menurut Supriadi naif bila kepala desa terganggu kinerjanya.
“Masa kinerjanya dikritik oleh LSM dengan cara mengirimkan surat kepada aparat dan instansi yang berwenang, kepala desa justru berdemo dan menolak untuk dikritik, jadi nya lucu dan sangat naif,” kata Supriadi.
Padahal, kata Supriadi, diketahui tugas dan fungsi LSM serta media adalah sebagai kontrol sosial bagi setiap pengguna anggaran pemerintah.
“Kenapa harus resah, karena jelas LSM diakui di Indonesia sebagai kontrol sosial, apalagi media yang berfungsi untuk mempublikasikan kinerja aparatur pemerintah pengguna anggaran negara kepada masyarakat, media juga sebagai alat pemersatu bangsa. Jadi sekali lagi kenapa harus resah,” imbuh Supriadi.

Diketahui sebelumnya, ratusan massa yang menamakan diri Forum Kepala Desa (FKD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendatangi Kantor Bupati OKU pada Rabu (29/12/2022). Kedatangan massa FKD ini terkait protes kepada oknum LSM dan media yang dianggap telah membuat resah kinerja para kepala desa sehingga FKD meminta agar ditertibkan.
“Kami selaku kepala desa se Kabupaten OKU sangat resah dengan ulah oknum LSM yang mengganggu program di desa kami,” kata Ketua FKD OKU Flando saat aksi. Rahmat






