TBOnline, BANYUASIN ¤ Sungai Komering yang merupakan anak dari Sungai Musi dan termasuk dalam sembilan sungai besar (batanghari sembilan) di Sumatera Selatan, yang mengalir di wilayah Desa Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin 1, Kabupaten Banyuasin, sejak sepekan mengalami perubahan warna menjadi hitam kecoklatan, hingga memicu kekhawatiran warga yang memanfaatkan air sungai ini untuk keperluan mandi dan cuci.
“Perubahan warna air sungai menjadi hitam pekat ini terjadi sejak awal Oktober 2022, akibatnya kualitas air warga untuk keperluan sehari-hari juga menurun, bahkan ada sebagian anak-anak yang sudah terjangkit penyakit kulit seperti gatal-gatal akibat mandi di air Sungai Komering ini,” kata seorang warga Sungai Rebo, Sabtu (15/10).
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Banyuasin yang membidangi lingkungan hidup antara lain, Ahmad Zarkasih, Farida Ahyati Rochim, H. Syarnubi, Sopian Hadi dan Redho Munir, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Izromaita dan pihak Dinas Kesehatan Banyuasin, sudah melakukan tinjauan ke lokasi dan mengambil sampel air dari Sungai Komering, namun pada sampel memang tidak tercium bau minyak, rombongan kemudian melakukan sidak ke PT Samtan Gas yang merupakan anak perusahaan dari Pertamina.
“Ada kemungkinan tercemarnya air ini berasal dari perusahaan, karena terlihat ada titik sumber air dari dalam perusahaan yang mengalir ke sungai ini mengingat Desa Sungai Rebo sebagai ring 1 (satu). Untuk itu kita perlu sidak ke dalam perusahaan PT Samtan Gas,” tutur Kadis DLH Izromaita di lokasi.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Banyuasin Farida Ahyati Rochim, menyatakan pihaknya berencana akan memanggil pihak terkait, baik dari pemerintahan maupun perusahaan dalam waktu dekat.
Pihak Pertamina Refinery Unit (RU) III Plaju, sendiri bergerak cepat melakukan pengecekan fisik langsung di lapangan dan telah meneliti sampel air. 
“Dari pengecekan ciri fisik yang kita lakukan terlihat tidak ada unsur minyak dan bau minyak, kita juga sudah melakukan uji lab dari sampel air dan kesimpulan kita lebih cenderung ke air rawa. Kejadian keruhnya air yang ada di Sungai Rebo besar kemungkinan berasal dari rawa atau akar-akar dari tanaman, mengingat sekarang intensitas hujan yang begitu besar sehingga air dari rawa meluap dan mengalir keluar,” ujar Mimi, salah satu manager humas Pertamina RU III.
Mimi melanjutkan, kerjasama pihaknya dengan pemerintah setempat terjalin cukup baik mengingat Pertamina mempunyai stakeholder dari berbagai elemen salah satunya pemerintah.
“Kami kerap berdiskusi apa yang kita dari pihak Pertamina bisa kerjakan, salah satu kerjasama yang sudah kita lakukan dengan pemerintah setempat ialah penyediaan bantuan air bersih. Pertamina sendiri sudah menyalurkan air bersih di dua titik yang ada di depan pos komplek Sungai Gerong dan di Desa Sungai Rebo. Mudah-mudahan ini bisa menjalin komunikasi yang baik antara pemerintah setempat dan masyarakat dengan Pertamina,” katanya. rahmad






