Usai Periksa Ketua BPD dan Sekdes Bakit, Kini Puluhan Aparat Gabungan Geruduk Tambang Laut Belembang

Aparat gabungan dari unsur Polairud Bangka Barat, Polsek Jebus, Koramil 431-01/Parittiga-Jebus serta Satpol PP Bangka Barat, turun ke lokasi tambang di Laut Belembang pada Rabu, 3 Juli 2024 (Tbo)

TBOnline, BANGKA BARAT ¦ Sekitar 50 an lebih personel aparat gabungan dari unsur Polairud Polres Bangka Barat, Polsek Jebus, Koramil 431-01/Parittiga-Jebus serta Satpol PP Pemkab Bangka Barat, bersama perangkat Desa Bakit, turun ke lokasi tambang ilegal di Laut Belembang dan melakukan imbauan kepada para penambang untuk menghentikan aktivitas, Rabu (3/7/24).

“Kami mengimbau melalui perangkat desa, untuk menyampaikan kepada warganya yang beraktivitas atau berkegiatan di Laut Belembang, untuk menggeser pontonnya agar tidak berada di tengah laut area pertambangan. Jadi ini imbauan kami dalam waktu 1×24 jam, besok kami akan lakukan pengecekan, terkait dindahkan tidaknya imbauan ini, karena besok eskalasi akan kami tingkatkan lagi. Kondisi  memang banyak ponton namun tidak ada pekerjanya, jadi kami imbau untuk mentaati dan sama-sama melaksanakan,” ujar Kapolsek Jebus Kompol Albert H. D. Tampubolon.

Bacaan Lainnya

Informasi yang dihimpun Tbo, sebelum aparat gabungan turun ke lokasi tambang Laut Belembang ini, atau tepatnya pada Senin (1/6/24) kemarin, Polsek Jebus melakukan pemeriksaan terhadap Ketua BPD Bakit Martoni dan Sekdes Zuhri Ardiansyah, terkait dugaan keterlibatan keduanya dalam aktivitas tambang di wilayah Laut Belembang.

“Keduanya kita periksa terkait surat yang beredar di masyarakat, yang mana surat tersebut berbunyi dukungan aktivitas tambang di Dusun Belembang, Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Babar. Masih kita dalami, yang jelas sudah kita panggil dan kita periksa. Nanti kami akan informasikan lagi,” ujar Kapolsek Jebus Kompol Albert Tampubolon, dikutip dari sejumlah media, Selasa (2/6/24).

Berita acara musyawarah desa antara nelayan Dusun Belembang Desa Bakit dengan Desa Semulut yang dipimpin Ketua BPD Bakit Martoni, pada Selasa 28 Mei 2024 tentang penambangan di Laut Belembang (Tbo)

Sekedar informasi, dugaan legalisasi penambangan ilegal di Laut Belembang serta pelarangan bagi penambang luar ini terdapat dalam dokumen berita acara musyawarah desa antara nelayan Dusun Belembang Desa Bakit dengan Desa Semulut, yang dipimpin dan ditandatangani Ketua BPD Bakit Martoni pada Selasa 28 Mei 2024. Kemudian, kesepakatan tentang tambang di Laut Belembang ini kembali diperbaharui pada Jum’at 21 Juni 2024, dalam berita acara rapat yang juga ditandatangani Ketua BPD Martoni bersama Sekdes Bakit Zuhri Ardiansyah, ini kembali ditegaskan terkait aturan penambangan.

Kesepakatan tentang tambang di Laut Belembang pada Jum’at 21 Juni 2024, yang ditandatangani Ketua BPD Martoni bersama Sekdes Bakit Zuhri Ardiansyah (Tbo)

Publik menaruh syak wasangka, stempel BPD dan Pemdes Bakit digunakan Martoni dan Zuhri Ardiansyah, untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya, karena apabila ada kontribusi dari aktivitas penambangan ilegal ini kemudian mengatasnamakan kas desa, maka bisa dianggap pungutan liar dan bagian dari kejahatan tambang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *