Pemerintah Kota Sukabumi

Jumat, 11 Februari 2022 - 13:32 WIB

6 bulan yang lalu

Terungkap Motif Pembacokan Anggota Ormas di Cipanengah

TBOnline [KOTA SUKABUMI] — Satuan Reserse kriminal Sukabumi kota berhasil mengungkap kasus tindak pidana pengeroyokan dan atau penganiyaan yang di alami oleh korban SS (30) tahun warga koleberes Warudoyong Kota Sukabumi yang terjadi pada hari Minggu 6/2/2022 di jl pelabuhan II km 4 Cipanengah RT 2 RW 2 Kelurahan Sindang sari Lembur situ Kota Sukabumi.

Kapolres Sukabumi kota AKBP SY ZAENAL ABIDIN S.I.K Mengatakan, ” Kejadian tersebut pada Minggu tanggal 6 Febuary 2022 sekitar jam 03 .00 Wib, di jalan pelabuhan II km 4 RT 02 RW 02 Kelurahan Sindang Sari Kecamatan Lembur situ Kota Sukabumi dan terungkap pada hari selasa 8 febuary 2022 di Kampung Cipanas Kelurahan Cikundul Lembur situ kota “, pukasnya kepada awak media Kamis 10/2/2022.

” Adapun kronologis kejadiannya pada hari Minggu 6 Februari 2022 sekitar jam 03.00 Wib di jalan pelabuahan II kM 4 Cipanengah RT 02/02 Kelurahan Sindangsari Kecamatan Lembur situ, para pelaku yang tergabung Genk motor XTC berjumlah 3 orang yakni MFR (19) warga Cipanengah Lembur situ Kota Sukabumi, MR (21) warga Cipeut Nyalindung kabupaten sukabumi dan SH (18) warga Cipanas Lembur situ Kota Sukabumi “, ujarnya.

” Dalam perjalanan menggunakan sepeda motor berbonceng tiga dalam perjalanan korban dan pelaku berpapasan dalam kondisi korban berkendara dalam keadaan mabuk, sehingga mengendarai Sepeda motor sempoyongan kemudian pelaku balik kanan mengejar dan membacok korban dengan celurit, setelah melakukan aksinya ketiga pelaku melarikan diri sehingga korban mengalami luka di bagian punggungnya “,bebernya.

” Adapun barang bukti yang berhasil di sita 1(satu) buah unit sepeda motor merek Honda beat warna hitam tahun 2012 nopol F4453 OF dan 1 (satu ) bilah senjata tajam jenis celurit,

Dan untuk penanganan perkara saat ini sedang di proses penyidikan oleh Satreskim Polres Sukabumi Kota, dimana pasal yang di persangkakan undang undang darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman maksimal 10 tahun dan Jo pasal 170 ayat 2 – 2 KUHP pidana tentang pengeroyokan mengakibatkan luka berat dengan ancaman maksimal 9 tahun dan Jo pasal 351 ayat 1 KUHP pidana tentang penganiyaan yang mengakibatkan luka berat dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara “, tutupnya. Nuryasin Anwar

Artikel ini telah dibaca 267 kali

Baca Lainnya