Bangka Belitung

Minggu, 7 Februari 2021 - 15:25 WIB

6 bulan yang lalu

Tak Gubris Penolakan Nelayan, Ratusan TI Teluk Kelabat Dalam Masih Operasi

TBOnline [BANGKA BARAT] — Masih maraknya hingga kini aktivitas penambangan timah baik TI Apung dan Selam di Teluk Kelabat Dalam, menyiratkan dugaan ada kerja terorganisir yang melibatkan banyak pihak sehingga praktek ilegal ini terus berjalan meski penolakan yang berasal dari masyarakat nelayan tak kunjung surut.

Investigasi TBO bersama beberapa awak media yang dilakukan kemarin, Sabtu (06/02/21) di seputar Laut Tanjung Rhu, yang masuk wilayah perairan dan tangkap nelayan Desa Bakit, Kecamatan Parittiga-Bangka Barat, masih terlihat ratusan ponton isap (TI rajuk) dan ponton selam yang beroperasi.

Baca Juga : Dipicu Aksi Penusukan, Warga Bakit Bongkar Paksa ‘Gubuk’ Penambang Teluk Kelabat Dalam

Jamaludin, BPD Bakit menyanyangkan masih ada nya aktivitas TI Apung di Teluk Kelabat Dalam ini.“Warga kami mau melaut jadi susah,” tandas Jamaludin.

Sumber TBO menyebut nama Junaedi-Belinyu yang sejak 3 bulan mengurusi aktivitas tambang di Teluk Kelabat Dalam ini.

Baca Juga : Aktivitas TI di Teluk Kelabat Dalam Meresahkan Nelayan, FPTKD Sepakat Akan Gelar Audiensi

“Aktivitas penimbangannya di Tanjung Rhu, jadi buat kontribusi pun setahu saya tidak masuk ke Desa Bakit, semuanya ke Tanjung Rhu Belinyu diurus oleh Junaedi,” ungkap sumber yang minta namanya tidak disebut ini.Sementara itu, Amiruddin Semulut yang dianggap sebagai penasehat para penambang (ponton) mengungkapkan rata-rata para pekerja berasal dari luar Bangka.

“Saya diminta dari Semulut (Parittiga-Jebus) untuk mengkondisikan ponton, saya baru 4 hari disini sehabis penusukan yang kemarin, kemudian saya diminta untuk membantu pengkondisian supaya jangan ada lagi terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.Amiruddin juga menambahkan bahwa koordinatornya ialah Junaedi dari Belinyu.

“Semua pengurusan lewat Junaedi-Belinyu Jadi nggak ada masuk kontrubusi ke Desa Bakit,” tuturnya. Fani Tamzona

Artikel ini telah dibaca 492 kali

Baca Lainnya