SMPN 1 Belinyu Kembali Keluarkan Putusan Kontroversial, Kali Ini Siswa Kelas VII Jadi Korban

Pihak SMPN 1 Belinyu saat dikonfirmasi soal keputusan memberhentikan siswa kelas VIII karena merokok pada 29 Juni 2024 lalu (Tbo)

TBOnline, BANGKA ¦ Setelah bulan lalu pihak SMPN 1 Belinyu mengeluarkan dua siswa kelas VIII karena kedapatan merokok dan melampaui batas poin kesalahan, kini sekolah negeri yang beralamat di Jl. Muhidin, Kuto Panji, Belinyu, Kabupaten Bangka, ini membuat keputusan kontroversial lagi dengan mengeluarkan siswa didik kelas VII berinisial MZA.  

Orang tua MZA, saat dijumpai Tbo di kediamannya menyesalkan keputusan yang diambil pihak SMPN 1 Belinyu ini, menurutnya meski ia memohon agar anaknya bisa sekolah lagi, namun pihak SMPN 1 Belinyu tetap kukuh memberhentikan MZA, ia pun bingung harus mengadu kemana.

Bacaan Lainnya

“Tadi sekitar jam 09.30 Wib saya mendatangi sekolah untuk mengkonfirmasi masalah anak saya, dan disitu saya mendapatkan jawaban dari kepala sekolah, bahwa anak saya tidak bisa dipertahankan lagi di sekolah dan disuruh mencari alternatif sekolah lain di MTs atau YPN, saat itu saya selaku wali murid memohon supaya anak saya bisa bersekolah kembali disitu, tapi pada kenyataannya dari kepala sekolah sendiri maupun guru yang mendampingi kesiswaan tetap menyatakan bahwa anak saya tidak bisa dipertahankan lagi bersekolah di SMPN 1 Belinyu,” kata Feri, orang tua MZA, Rabu (10/7/24).

Feri melanjutkan, masalah diberhentikannya MZA dari SMPN 1 Belinyu ialah terkait merokok, serta laporan dari salah satu guru mata pelajaran bahwa MZA kerap keluar kelas sewaktu proses KBM, meski MZA diketahui selalu mengerjakan tugas sekolah.  

“Harapan saya pihak SMPN 1 Belinyu jangan terlalu mudah memberi keputusan atau memvonis seorang siswa tidak bisa lagi dipertahankan sehingga harus dikeluarkan,” katanya. 

Hingga berita ini di publish, Tbo masih mencoba menghubungi Bupati Bangka dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka, untuk menanyakan soal hak pendidikan anak serta bagaimana upaya rehabilitasi pelajar yang menjadi korban rokok, tanpa harus mengeluarkannya dari sekolah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *