Headline

Minggu, 18 Oktober 2020 - 17:09 WIB

5 hari yang lalu

Riki Saputra, Cinta Polri dan Sepakbola Usia Muda

TBOnline [KOTA SUKABUMI] — Bagi masyarakat dan pegiat olahraga, khususnya para pecinta sepakbola di Kota Sukabumi-Jawa Barat, nama Riki Saputra pasti sudah tidak asing lagi.

Kepala SSB Sukabumi Kota, Riki Saputra saat memperagakan tehnik heading (menyundul bola) kepada siswa (Foto : Joy)

Kiprahnya yang panjang dalam dunia olahraga, khususnya dalam menggali potensi muda di bidang sepakbola sudah tidak perlu diragukan, tangan dingin Riki dalam membentuk Sekolah Sepakbola (SSB) Sukabumi Kota —yang dulu bernama SSB Gede Pangrango— terbukti banyak mengukir prestasi yang membanggakan, bahkan dari sejak awal didirikan.

Para siswa dan pelatih SSB Sukabumi Kota berfoto dengan beberapa piala yang mereka raih di berbagai kejuaraan sepakbola (Foto : Dok. SSB)

Namun tahukah anda, Riki Saputra adalah perwira Polri aktif berpangkat Ipda, yang saat ini berdinas di Setukpa, Lemdiklat-Polri.

Ipda Riki Saputra yang berdinas di Setukpa, Lemdiklat-Polri (dok. pribadi)

Jadi bisa dibilang profesi dan hobi yang ia jalani mendukung satu sama lain, karena sebagai Bhayangkara, Ipda Riki terikat dengan Tri Brata dan Catur Prasetya Kepolisian RI, yang kemudian ia terapkan dengan kegiatannya membina potensi muda di SSB Kota Sukabumi.

Dijumpai TBO saat melatih anak-anak siswa sekolah sepakbola (SSB) Sukabumi Kota, di Stadion Suryakencana, Dayeuhluhur, Warudoyong-Kota Sukabumi, Minggu (18/10/2020) pagi. Riki yang sudah mendapat lisensi sebagai pelatih, mengungkap kegiatannya ini merupakan wujud kecintaan pada sepakbola.

“Saya juga lahir dari Sekolah Sepak Bola (SSB) di Sukabumi,” tukasnya.

Selain itu tentunya, apa yang dilakukan Riki merupakan atensi pimpinan dalam rangka membina potensi yang ada di masyarakat, khususnya generasi muda.

Tim SSB Kota Sukabumi saat mengikuti kejuaraan dan kompetisi sepakbola di Jakarta (Foto: SSB)

“Apalagi dewasa ini perkembangan dunia semakin cepat, anak-anak banyak terganggu gadget, terus lingkungan yang kurang baik, narkoba dan segala macam, ke depan mereka bakal tumbuh dewasa. Maka untuk menghindari hal negatif, kami mendirikan sekolah sepakbola. Tujuan awalnya membina anak-anak dan potensi muda yang ada di Sukabumi khususnya, agar bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Ipda Riki.

Riki Saputra bersama jajaran pelatih SSB Kota Sukabumi (Foto : Joy)

Usia remaja atau siswa SMP, menurutnya sebagai kelompok rawan dan perlu penanganan yang lebih serius agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif.

“Supaya mereka tidak salah bergaul, karena di SSB Sukabumi Kota ini, selain menggembleng fisik, kita juga mengajarkan sportivitas, tanggungjawab dan kejujuran kepada siswa. Harapan kami lahir batin anak bisa baik, sehingga nantinya apa pun yang menjadi cita-cita mereka, minimal fisik mereka sudah prima. Misalnya anak-anak SSB Sukabumi Kota satu angkatan kelahiran tahun 2000 dan 2001, yang saat itu saya bentuk satu tim. Alhamdulillah satu tim ini masuk polisi semua,” tuturnya.

SSB Kota Sukabumi, lanjut Riki, saat ini memiliki 175 orang siswa aktif yang dikelompokan berdasarkan usia.

Riki Saputra, saat sedang melatih siswa SSB Kota Sukabumi di Lapangan Sepakbola Surya Kencana (Foto : Joy)

“Kita di SSB Kota Sukabumi ada kurikulum yang sudah diselaraskan dengan beberapa asosiasi seperti FOSSBI, Asprov, Askab dan lain sebagainya. Kelas kita berdasarkan kelompok umur, ada usia 6 sampai 8 tahun, kemudian usia 16 hingga 21 tahun,” katanya.

Untuk perhatian dari pemerintah Kota Sukabumi, Riki menjelaskan sudah ada, namun memang belum maksimal.

“Alhamdulillah, saat ini pemerintah setempat melalui Dispora Kota Sukabumi, memberikan kita fasilitas untuk membuka kelas di Stadion Suryakencana ini sebagai tempat latihan. Paling kita hanya membantu pemeliharaan dan perawatan saja,” ujarnya.Riki berharap apa yang tengah ia jalani dalam membentuk generasi muda potensial di SSB Kota Sukabumi ini mendapat dukungan semua pihak.

“Karena di Kota Sukabumi ini kita tidak punya kompetisi yang reguler dan aktif, jadi pembinaan kita sebatas di SSB. Sementara di Kota Sukabumi minim kompetisi, saya harapkan pemerintah melalui asosiasi bisa menghidupkan kembali sepakbola di Sukabumi,” harapnya.Ketika diajukan pertanyaan mana yang lebih ia cintai, Polri atau sepakbola, Riki Saputra menjawab ringkas.

“Keduanya, polri dan Sepakbola”.

M. Rizwan (joy)

 

Artikel ini telah dibaca 699 kali

Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A
Baca Lainnya