Metropolitan Nasional

Jumat, 16 April 2021 - 05:52 WIB

3 minggu yang lalu

Ribut Merek dan Lambang Partai Demokrat, Begini Kesaksian Steven Rumangkang

TBOnline [JAKARTA] — Kisruh hak cipta merek dan lambang Partai Demokrat ditanggapi Steven Rumangkang, pendiri Partai Demokrat nomor 99 yang mengaku ingin meluruskan informasi karena ia menjadi saksi dan pelaku sejarah dalam pembuatan merek dan lambang partai berlogo bintang mercy ini.

“Bahwa benar, merek dan lambang Partai Demokrat ide dan gagasan oleh Bapak Prof Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dalam proses pengerjaan serta beberapa ide masukan oleh saya sendiri, Steven Rumangkang dan dibantu oleh saudara Ifan Pioh (pendiri no 30). Lalu Pak Vence Rumangkang menyetujuinya. Saya membuat serta menyempurnakan semua arahan dari Bapak SBY ke dalam bentuk teknis visual, sehingga terbentuk bintang segi tiga merah putih dengan latar belakang dua warna dasar biru dan biru muda, serta tulisan Partai Demokrat di bawahnya, seperti yang digunakan saat ini,” jelas Steven Rumangkang dalam rilis yang diterima TBO, Rabu (14/04/21).

Lambang Partai Demokrat (Foto : Ist)

Lebih jauh Steven menjelaskan, bintang tiga dengan warna merah putih di dalam logo Partai Demokrat merupakan ide dan masukan darinya.

“Saya sendiri yang waktu itu turun tangan dalam kerja design grafis, dan sering berdiskusi langsung dengan Bapak Vence Rumangkang, untuk menerjemahkan ide dari Pak SBY yang meminta agar logo partai dibuat seperti “bintang tiga”. Yang mana, pucuk atasnya menyimbolkan Nasionalis-Religius, sementara kaki pertama mewakili Humanisme dan kaki kedua mewakili Pluralisme,” jelasnya.

Steven bercerita menjelang deklarasi pada 2002, SBY merasa bahwa lambang dan pilihan warna pada logo Partai Demokrat masih belum optimal, sehingga bingkai segi lima dihilangkan agar logo bintang segitiga terlihat lebih dinamis.

“Terkait dengan warna, Pak SBY memerintahkan untuk memasukkan unsur warna biru muda sebagai representasi warna biru Pasukan Penjaga Perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), dimana Pak SBY pernah bertugas sebagai Chief Military Observer di United Nation’s Peacekeeper Forces di Bosnia Herzegovina (1995-1996). Sementara, warna biru tua diminta oleh Pak SBY untuk diubah menjadi biru yang lebih terang. Saya ingat betul, arahan Pak SBY begitu detil dengan memberikan contoh warna biru yang beliau maksud adalah warna biru yang ada dalam bendera yang saat itu tengah dikibarkan di depan sebuah hotel di Jakarta Pusat, yang sering beliau lihat saat berkantor sebagai Menko Polhukam. Akhirnya, saya sendiri datang ke hotel tersebut, dan menanyakan langsung kepada pihak manajemen terkait warna biru terang. Setelah saya mendapatkan contoh kain dengan warna yang sesuai arahan Pak SBY tersebut, saya kemudian memerintahkan staf saya untuk mencari bahan dengan warna tersebut di Pasar Tanah Abang, agar bisa segera diproduksi cepat,” kenang Steven.

Ia bahkan meyakini Partai Demokrat memang digagas, diinspirasi, dan dibesarkan oleh sosok SBY dan Vence Rumangkang.

“Wajar jika kami menganggap Pak SBY dan Pak Vence Rumangkang sebagai Founding Father Partai Demokrat,” katanya.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Steven Rumangkang (Foto : Ist)

Steven mengemukakan pernyataan ini ia sampaikan karena situasi post-truth politics yang semakin menjadi-jadi dalam ruang demokrasi akhir-akhir ini.

“Maka poin-poin penjelasan di atas menjadi penting saya tegaskan, untuk meluruskan sejarah. Di tengah post-truth politics, manipulasi sejarah bukanlah hal sulit untuk dilakukan. Sebab, di tengah menguatnya penyebaran hoax, fake news & hate speech, sebuah kebohongan yang diulang-ulang, bisa menjelma menjadi kebenaran yang baru,” tukasnya. Dedi Cobra

Artikel ini telah dibaca 311 kali

Baca Lainnya