Nasional

Rabu, 7 September 2022 - 01:13 WIB

3 bulan yang lalu

Dharma Illahi, kuasa hukum IIS mengadukan pihak Kejari Mentok ke Aswas Kejati Babel (Foto : Tbo)

Dharma Illahi, kuasa hukum IIS mengadukan pihak Kejari Mentok ke Aswas Kejati Babel (Foto : Tbo)

Putus di PA Mentok Tapi Masih Diperkarakan, Kejari Bangka Barat Diadukan ke Aswas Kejati Babel

TBOnline, PANGKALPINANG ¤ IIS, nasabah Bank Pembiayaan Rakyat Syari’ah (PT. BPRS) Bangka Belitung Cabang Mentok, mengadukan pihak Kejari Bangka Barat ke Asisten Bidang Pengawasan (Aswas) Kejati Bangka Belitung, atas perkara pinjamannya ke PT BPRS, Selasa (6/9/2022).  

Dharma Illahi, kuasa hukum IIS menjelaskan kedatangan pihaknya ke Aswas Kejati Babel ialah untuk mengadukan perkara wanprestasi atau cidera janji akad pembiayaan murabahah antara kliennya IIS dengan PT. BPRS Bangka Belitung Cabang Mentok, yang dianggap sudah selesai dan berakhir damai di Pengadilan Agama (PA) Mentok dengan putusan tanggal 12 Agustus 2022.

“Namun pihak Kejaksaan Negeri Bangka Barat masih terus memperpanjangnya,” ujar Dharma.

Diceritakan Dharma, sebelumnya IIS terpaksa menggugat BPRS karena menolak permohonan pelunasan hutang sebesar Rp232.884.138. Setelah menemui jalan buntu, maka kliennya menempuh jalur hukum dengan menggugat PT. BPRS di PA Mentok agar menerima pelunasan hutang tersebut. 

“Kami sudah menempuh berbagai cara agar klien kami bisa membayar hutangnya, namun selalu ditolak bahkan oleh Direktur PT. BPRS. Kita sampai ke dewan pertimbangan syariah namun tidak mendapat tanggapan juga,” kata Dharma. 

Hingga akhirnya, perkara ini selesai dengan perdamaian antara penggugat IIS dengan tergugat PT. BPRS Bangka Belitung Cabang Mentok di hadapan hakim tunggal PA Agama Mentok, Hermanto.

“Karena permasalahan ini selesai secara damai, maka para pihak menyatakan segala sesuatu yang menyangkut semua permasalahan di antara para pihak menjadi terselesaikan tanpa ada pengecualian apapun dan menyatakan perjanjian perdamaian (acta van dading) ini sama dengan upaya hukum terakhir sehingga tidak akan ada lagi upaya hukum lainnya. Namun setelah persoalan ini selesai di PA, perkara masih terus berlanjut di Kejari Bangka Barat yang masih tetap ingin memproses dugaan perkara pidananya, padahal sejatinya perkara ini hanya persoalan hutang piutang,” ungkap Dharma.

Ia menyesalkan, karena walaupun hutang kliennya telah lunas sepenuhnya lengkap dengan marginnya, tapi IIS masih dipanggil Kejari Bangka Barat terkait dugaan tindak pidana korupsi, padahal kasus ini perdata bukan pidana, karena itulah IIS mengajukan pengaduan ke Aswas Kejati Babel untuk mencari keadilan atas peristiwa yang ia alami.

Penelusuran TBO, dalam laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Agama Mentok, gugatan IIS kepada PT. BPRS Bangka Belitung Cabang Mentok ini tercatat dengan nomor perkara : 1/Pdt.G.S/2022/PA.MTK.

Pada amar putusan (mengadili) tercatat : 1. Menyatakan bahwa telah tercapai perdamaian antara penggugat dengan tergugat; 2. Menghukum penggugat dan tergugat untuk menaati perdamaian yang telah disepakati tersebut di atas; 3. Menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp. 230.000,00  (dua ratus tiga puluh ribu rupiah). fani tamzona

Artikel ini telah dibaca 241 kali

“Kebaikan Berawal dari Sini” Danone-AQUA
Baca Lainnya