Bangka Belitung Nasional

Minggu, 15 Agustus 2021 - 12:06 WIB

2 bulan yang lalu

Suasana saat penyerahan bantuan (CSR) dari PT LSM kepada warga masyarakat Bakit, Parittiga, Bangka Barat (Foto : Tbo)

Suasana saat penyerahan bantuan (CSR) dari PT LSM kepada warga masyarakat Bakit, Parittiga, Bangka Barat (Foto : Tbo)

PT. LSM Kembali Salurkan Bantuan Tunai Kepada Warga Bakit

TBOnline [BABEL] — PT Lautan Sarana Mandiri (LSM) kembali menyalurkan bantuan CSR kepada warga masyarakat Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Bangka Barat, bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai senilai Rp58.126.000 yang dihitung berdasarkan operasional selama 4 hari, serta untuk pembangunan masjid sebesar Rp29.065.000, pada Sabtu (14/08/2021) malam.

Penyerahan bantuan dan kompensasi aktivitas penambangan PT LSM bagi warga Desa Bakit, Parittiga, Babar (Foto : Tbo)

Penyerahan bantuan CSR sebagai kompensasi aktivitas PT. LSM ini dihadiri Bahtiar,.SH selaku pihak legal mewakili pemegang IUP OP PT. LSM, Pihak BPD Bakit, Perangkat Desa Bakit, Ketua Panitia, Babinsa, Bhabinkatibmas, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat setempat.

“Kami hadir selaku pemegang IUP OP PT. LSM memberikan kontribusi kepada masyarakat untuk kesekian kali nya, nominal bantuan ini merupakan aktivitas selama 4 hari. Mudah-mudahan eksplorasi dan hasil tambang PT. LSM bisa bertambah lagi. Harapan kami agar panitia selalu menjaga kekompakan dan selalu berdoa agar apa yang menjadi keinginan kita dan masyarakat dapat terwujud,” kata Bahtiar.

Penandatanganan jumlah bantuan (CSR) PT LSM kepada warga Bakit, Parittiga, Babar, disaksikan pihak PT. LSM, BPD, Perangkat desa serta tokoh agama dan masyarakat (Foto : Tbo)

Asikin alias Atan juga berharap dengan ada nya aktivitas tambang di Desa Bakit ini, masyarakat dapat terbantu apalagi di masa pandemi covid 19 sekarang ini.

Sementara itu, H. Boya, salah seorang tetua, tokoh agama dan penggagas Desa Bakit, di sela pemberian bantuan mengungkapkan bahwa warga nya mendorong aktivitas tambang karena banyak memdatangkan manfaat bagi warga dan lingkungan.

“Misalnya dalam proses pembangunan Masjid Al Muttaqin yang sudah lama terbengkalai dan tak kunjung selesai. Bila mengharap dari masyarakat kita tahu sendirilah keadaan sekarang serba susah, tapi dengan adanya aktivitas tambang ini minimal kami masyarakat dapat terbantu dalam pembangunan masjid. Yah, mudah-mudahan apa yang masyarakat inginkan bisa terwujud,” ungkap H. Boya. Fani Tamzona

Artikel ini telah dibaca 287 kali

Baca Lainnya