Ponton dan Aparat Kucing-Kucingan, Malam Hari Laut Belembang Kembali Digoyang

Kapolsek Jebus Kompol Albert Tampubolon, saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media, pada saat penertiban tambang (ponton) ilegal bersama sejumlah aparat gabungan dari TNI, Satpol PP dan Pemdes Bakit, di Perairan Belembang, Desa Bakit, pada Rabu 3 Juli 2024 (Tbo)

TBOnline, BANGKA BARAT ¦ Paska pemeriksaan Ketua BPD Martoni dan Sekretaris Desa Bakit Zuhri Ardiansyah, di Mapolsek Jebus pada Senin (1/7/24) yang diduga mensponsori aktivitas tambang ilegal, kemudian dilanjutkan dengan penertiban yang dilakukan aparat gabungan dari unsur Polairud Polres Bangka Barat, Polsek Jebus, Koramil 431-01/Parittiga-Jebus serta Satpol PP bersama perangkat Desa Bakit, di lokasi tambang ilegal di Laut Belembang, Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, pada Rabu (3/7/24) aktivitas penambangan ilegal ratusan ponton (Ti) di lokasi sempat berhenti.

Namun, diduga bertahan kurang dari seminggu, aktivitas ponton ilegal di perairan Belembang ini kembali muncul, sebuah video amatir diterima Tbo terdapat sekitar 70 an ponton yang masih menambang di perairan ini pada Selasa (9/7/24), namun untuk mengelabui aparat kegiatan dilakukan pada malam hingga dini hari.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Jebus Kompol Albert Tampubolon, setelah di informasikan terkait aktivitas ponton sembunyi-sembunyi di Belembang ini berjanji akan segera menindaklanjutinya. “Terimakasih infonya, akan kami tertibkan,” singkat Kapolsek Jebus, Rabu (10/7/24).

Sekedar informasi, pada saat penertiban gabungan di lokasi perairan Belembang pada Rabu (3/7) lalu, Kapolsek Jebus Kompol Albert Tampubolon, di hadapan sejumlah awak media berjanji akan meningkatkan eskalasi bila imbauan yang dilakukan tidak diindahkan para penambang.

Aparat gabungan dari unsur Polairud Bangka Barat, Polsek Jebus, Koramil 431-01/Parittiga-Jebus serta Satpol PP Bangka Barat, turun ke lokasi tambang di Laut Belembang pada Rabu, 3 Juli 2024 (Tbo)

“Kami mengimbau melalui perangkat desa, untuk menyampaikan kepada warganya yang beraktivitas atau berkegiatan di Laut Belembang, untuk menggeser pontonnya agar tidak berada di tengah laut area pertambangan. Jadi ini imbauan kami dalam waktu 1×24 jam, besok kami akan lakukan pengecekan, terkait dindahkan tidaknya imbauan ini, karena besok eskalasi akan kami tingkatkan lagi. Kondisi  memang banyak ponton namun tidak ada pekerjanya, jadi kami imbau untuk mentaati dan sama-sama melaksanakan,” ujar Kompol Albert saat itu. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *