Berita Polisi

Minggu, 3 Juli 2022 - 09:35 WIB

1 bulan yang lalu

Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano, saat melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu menggunakan air mendidih (foto : humas/tbo)

Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano, saat melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu menggunakan air mendidih (foto : humas/tbo)

Polres Karimun Musnahkan Sabu Menggunakan Air Mendidih

TBOnline, POLRES KARIMUN ¤ Satresnarkoba Polres Karimun menggelar konferensi pers pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu, Sabtu (2/7/2022). Giat ini juga mengacu Surat Kejaksaan Negeri Karimun, Nomor : SK 1116/1.10.12/Enz.1/06/2022 tanggal 07 Juni 2022 Tentang Ketetapan Status Barang Sitaan Narkotika.  

Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano, didampingi Kasat Narkoba AKP Elwin Kristanto dan Kasupsipenmas Sihumas Iptu Jordan Manurung, hadir juga hakim Pengadilan Negeri Karimun, Staf Rutan Karimun, penasehat hukum serta tokoh masyarakat Karimun. 

“Pemusnahan barang bukti ini berdasarkan laporan polisi nomor : Lp-A/80/Vl/2022/SOKT Satres Narkoba Polres Karimun (Polda Kepri) Tanggal 1 Juni 2022 dengan tersangka berisinial S. Adapun tempat kejadian perkara di Wisma Indah, Jalan Nusantara, Kelurahan Balai Kota, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri,” kata Kapolres Karimun.

AKBP Tony Pantano, menjelaskan 1 (satu) bungkus narkotika jenis sabu yang didapatkan dari tersangka S ini dibungkus dengan menggunakan plastik bening dalam kemasan teh cina yang dibalut menggunakan lakban dengan berat bersih 1007 (seribu tujuh) gram. Disisihkan sebanyak 32 gram untuk dibawa ke laboratorium forensik Polda Riau dan sisanya sebanyak 975 gram dimusnahkan. Dari pemeriksaan laboratorium forensik Polda Riau, barang bukti ini positif narkotika yang mengandung metamfetamine yang terdaftar dalam narkotika golongan 1 (Nomor urut 61 Lampiran UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika).

“Adapun pemusnahan barang bukti ini dilakukan dengan cara memasukkan barang bukti narkotika ke dalam tempat yang berisikan air mendidih kemudian dilarutkan, selanjutnya barang bukti tersebut dibuang ke dalam septic tank,” ujarnya.

Pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara atau hukuman seumur hidup atau hukuman mati atau pidana denda Rp 1.00.000.000 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp 10.000.000 (sepuluh milyar rupiah). Wilman Manalu

Artikel ini telah dibaca 156 kali

Baca Lainnya