Oase

Kamis, 7 Juli 2022 - 08:37 WIB

1 bulan yang lalu

Pengamat Hukum Militer Dede Farhan Aulawi (baju biru) berada di tengah-tengah prajurit TNI (Foto : Ist)

Pengamat Hukum Militer Dede Farhan Aulawi (baju biru) berada di tengah-tengah prajurit TNI (Foto : Ist)

Perspektif Hukum Disiplin dan Hukum Pidana Militer

Oleh : Dede Farhan Aulawi *   

Sebagai negara hukum, seluruh warga negara Indonesia tentunya harus patuh dan taat pada hukum yang berlaku. Hal ini berlaku dan tidak memandang perbedaan perlakuan (diskriminasi) terhadap siapa pun pelaku pelanggar hukumnya. Termasuk di lingkungan militer karena Prajurit TNI adalah warga negara yang tunduk pada hukum dan memegang teguh disiplin, taat kepada atasan, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 Tentang Hukum Disiplin Militer dan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/22/VIII/ 2005 Tanggal 10 Agustus 2005, dimana keduanya mengatur hukum dan peraturan disiplin prajurit. Bilamana ada oknum seorang prajurit yang melanggar aturan ini tentu akan mendapatkan sanksi.  

Penegakan hukum pada dasarnya merupakan konsep- konsep mengenai keadilan, kemanfaatan, kebenaran serta konsep lainnya, sehingga konsep- konsep tersebut menjadi kenyataan dalam kehidupan yang ada. Secara garis besar, penegakan hukum di masyarakat terbagi ke dalam dua bentuk penegakan yaitu secara preventif dan represif.

Penegakan hukum secara preventif yaitu penegakan hukum yang dilakukan sebelum adanya tindak pidana yang mana dalam penegakan ini lebih didahulukan upaya pencegahan agar tidak terjadi suatu tindak pidana. Sementara, penegakan hukum secara represif yaitu penegakan hukum yang dilakukan setelah tindak pidana itu terjadi artinya dalam penegakan hukum ini harus bisa mengembalikan suatu keadaaan kembali ke suatu keadaan sebelum terjadinya tindak pidana.

Jika melihat pada teori penegakan hukum menurut Joseph Goltein, dijelaskan ada tiga macam, yaitu Total Enforcement, Full Enforcement, dan Actual Enforcement. Total Enforcement yaitu suatu aturan penegakan hukum secara total namun para penegaknya masih dibatasi dalam aturan-aturan seperti dalam penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan dan pemeriksaan pendahuluan. Sementara Full Enforcement yaitu penegakan hukum yang bersifat total namun daerah yang tidak dapat penegak hukumnya ini yang diharapkan agar terlaksana secara maksimal. Kemudian, Actual Enforcement yaitu dalam penegakan hukum secara total dianggap tidak realistis, karena banyaknya keterbatasan waktu, personil, alat- alat penunjang, dana dan lainnya, yang dimana dari kesemuanya ini harus dapat bijak dalam melakukan penegakan.

Dede Farhan Aulawi (Foto : Ist)

Dalam hukum militer secara garis besar dibagi dua, yaitu Hukum Disiplin Militer dan Hukum Pidana Militer. Hukum Disiplin Militer pada hakikatnya adalah hukum disiplin prajurit karena di dalam hukum disiplin sudah pasti ada aturan-aturan di dalam lingkungan prajurit guna menjaga prilaku dan kehormatan dalam lingkungannya, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 1947 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Disiplin Tentara (KUHDT) sebelum akhirnya digantikan oleh Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 Tentang Hukum Disiplin Militer.

Hukum Disiplin Militer sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (3) Undang-Undang No. 25 Tahun 2004, adalah suatu peraturan dan norma untuk mengatur, membina, menegakkan disiplin dan tata kehidupan yang berlaku bagi militer. Atas segala perbuatan dan/atau tindakan yang dilakukan oleh militer yang melanggar hukum dan/atau peraturan disiplin militer dan atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan sendi–sendi kehidupan militer yang berdasarkan sapta marga dan sumpah prajurit.

Disiplin adalah pernyataan keluar (outward manifestation) dari pada sikap mental (mentale holding) seorang prajurit. Pernyataan keluar (outward manifestation) artinya bahwa disiplin adalah ketaatan lahir bathin tanpa adanya paksaan yang datang dari hati setiap prajurit. Bagi anggota yang melanggar peraturan disiplin dapat dikenai sanksi hukuman disiplin yang diatur sebagaimana dalam Undang- Undang Hukum Disiplin Militer No. 25 Tahun 2004 Tentang Hukum Disiplin Militer.

Bentuk pelanggaran disiplin ada 2 (dua) macam yaitu pelanggaran disiplin murni dan pelanggaran disiplin tidak murni sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 Tentang Hukum Disiplin Militer. Pelanggran disiplin murni disini merupakan setiap perbuatan bukan tindak pidana, tetapi bertentangan dengan perintah kedinasan atau perbuatan yang tidak sesuai dengan tata kehidupan prajurit. Sedangkan pelanggaran disiplin tidak murni yaitu suatu perbuatan pidana, akan tetapi karena perbuatan yang dilakukan sangat ringan hukumannya bisa saja diselesaikan oleh atasan yang berhak menghukum (ANKUM).

Hukum pidana adalah suatu aturan terhadap seseorang yang melakukan perbuatan yang menyimpang dari ketentuan- ketentuan peraturan, sifatnya memaksa apabila dilanggar mendapatkan hukuman. Sanksi hukum pidana berupa penderitaan, yakni berupa hukuman yang diancam kepada si pelanggar berupa hukuman mati, hukuman penjara, hukuman denda dan pencabutan hak- hak tertentu dan sebagainya.

Sedangkan pengertian militer adalah seorang yang dipersenjatai dan disiapkan untuk melakukan pertempuran–pertempuran atau peperangan terutama dalam rangka pertahanan dan keamanan negara. Sedangkan pengertian secara formil militer terdapat di dalam Pasal 46, 47 dan 49 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer (KUHPM). Ditinjau dari sudut justisiable maka Hukum Pidana Militer (dalam arti materiil dan formil) adalah bagian dari hukum positif, yang berlaku bagi justiable peradilan militer, yang menentukan dasar-dasar dan peraturan-peraturan tentang tindakan yang merupakan larangan dan keharusan serta terhadap pelanggaran diancam dengan pidana, yang menentukan dalam hal apa dan bilamana pelanggar dapat dipertanggungjawabkan atas tindakannya dan menentukan juga cara penuntutan, penjatuhan pidana dan pelaksanaan pidana, demi terciptanya ketertiban hukum. 

* Pemerhati Hukum Militer

Artikel ini telah dibaca 2593 kali

Baca Lainnya