Nasional

Rabu, 16 Juni 2021 - 00:25 WIB

1 bulan yang lalu

Penertiban Tambang Ilegal Hari Ke-2, Petugas Polres Bangka Amankan 2 Unit TI Apung

TBOnline [POLRES BANGKA] — Penertiban tambang ilegal hari ke-2 di wilayah Teluk Kelabat Dalam diikuti oleh Kasat Polairud Polres Bangka, KBO Sat Polairud Polres Bangka, Panit 2 Opsnal Reskrim Polsek Belinyu, Kanit Sabhara Polsek Belinyu, Kanit Provos Polsek Belinyu, Anggota Ditpolair Polda Kep. Babel, Anggota gabungan Polres Bangka, Anggota Polsek Belinyu dan Anggota Polsek Riau Silip, Selasa (15/06/2051).Kegiatan ini diawali dengan melaksanakan apel yang dipusatkan di Dermaga Sandar Pos Ditpolair Tanjung Gudang, dengan sasaran penertiban Teluk Kelabat Dalam (IUP PT. Timah (DU-1560 ) dan IUP Pemda.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Humas Polres Bangka, rangkaian kegiatan ini diawali sekira pukul 11.00 Wib saat anggota gabungan bergeser ke Dermaga Sandar Pos Ditpolair Tanjung Gudang, kemudian pada pukul 11.30 Wib digelar apel persiapan penertiban dipimpin KBO Sat Polair Polres Bangka Ipda M. Nur Kodri, dilanjutkan dengan pemberian CB dan sasaran.

Pada pukul 11.45 Wib personil gabungan turun ke Laut menggunakan 1 unit Kapal Patroli Ditpolair (XXVII-2006) dan 1 unit Speed Lidah dan melaksanakan patroli disekitar wilayah Teluk Kelabat Dalam.

Sebelumnya pada Senin (14/06/2021) saat kegiatan penertiban hari pertama diamankan satu unit kapal motor penangkap ikan milik Rion Pransisko yang beralamat di Jl. Damai, RT008 / RW004. Toboali. Adapun selaku Kapten kapal yaitu Yanto (35 tahun) warga Jl. Sukadamai, Toboali. Kapal tersebut diamankan saat sedang menarik 10 unit PIP yang berasal dari Laut Sukadamai Toboali.

Berdasarkan keterangan Yanto, 10 unit PIP tersebut ditarik dari wilayah Laut Sukadamai Toboali, Kabupaten Bangka Selatan dan Tanjung Ular, Kabupaten Bangka Barat. Adapun pemilik PIP yaitu Nyat warga Toboali (6 unit) dan Giuh, warga Toboali (4 unit).

“Bahwa saya diberi tugas oleh pemilik kapal untuk menarik ponton tersebut menuju perairan Belinyu untuk bekerja di perairan Belinyu dan saya diberi upah sebesar Rp1 juta,” kata Yanto.

Adapun hasil kegiatan penertiban hari ke-2 ialah diamankannya 2 unit TI apung jenis selam yang sedang beraktivitas saat penertiban sedang dilakukan dan 8 orang penambang yang berada di atas ponton tersebut.

Diketahui pemilik ponton pertama yang diamankan yaitu Amad, yang beralamat di Teluk Limau, Kabupaten Bangka Barat dengan para penambang yang diamankan sebanyak 4 orang penambang. Sedangkan pemilik ponton kedua yang diamankan yaitu Santo, warga Penganak dengan para penambang yang diamankan sebanyak 4 orang.

Berdasarkan keterangan dari para penambang bahwa koordinator TI Apung tersebut adalah LN dari CV. TRB.

Naskah & Foto : Humas Polres Bangka

Narasi : Andi Mulya

Artikel ini telah dibaca 181 kali

Baca Lainnya