Nasional

Rabu, 11 Agustus 2021 - 07:45 WIB

2 bulan yang lalu

Aparat gabungan melakukan rapat persiapan dalam operasi penertiban tambang ilegal di wilayah Tanjung Kelabat, Senin (09/08/2021) - (Foto : Tbo)

Aparat gabungan melakukan rapat persiapan dalam operasi penertiban tambang ilegal di wilayah Tanjung Kelabat, Senin (09/08/2021) - (Foto : Tbo)

Ops Penertiban Tambang Teluk Kelabat, Warga Tanjung Gudang Minta Pemerintah Berikan Solusi

TBOnline [BABEL] — Operasi penertiban tambang ilegal di wilayah Teluk Kelabat dan Tanjung Rhu yang dilakukan aparat gabungan sejak Senin (09/08/2021) lalu memunculkan persoalan baru yang meresahkan masyarakat Tanjung Gudang, Kelurahan Mantung, Kecamatan Belinyu, Bangka Barat.

Hal ini karena munculnya selebaran bertuliskan ‘PERHATIAN !!! Kepada Pemilik Ponton Yang Tidak Memiliki Izin / Ilegal Agar Segera Memindahkan Pontonnya Keluar Dari Kawasan Teluk Kelabat dan Sekitarnya, Apabila Perhatian Ini Tidak Dilaksanakan Aparat Akan Melakukan Penarikan Paksa / Proses Hukum’ yang mengatasnamakan Ops Penertiban Tambang Teluk Kelabat.

Selebaran yang beredar di tengah-tengah masyarakat Kelurahan Mantung (Foto : Tbo)

“Padahal sejak penertiban yang dilakukan aparat gabungan, masyarakat penambang sudah menyingkirkan kapal di pinggir pantai,” kata seorang warga Tanjung Gudang pemilik ponton.

Maka untuk mendapat kejelasan terkait selebaran yang muncul di tengah masyarakat ini, sekitar 15 orang warga Tanjung Gudang mendatangi Kantor Lurah Mantung, Selasa (10/08/2021) sore.

“Kami meminta arahan pada Pak Lurah Mantung karena ada isu yang berkembang bahwa TI Ponton maupun Ti Selam yang parkir di pinggir pantai akan juga ditertibkan dan akan dilakukan pembongkaran. Kebanyakan pemilik Ti Selam ini ialah warga masyarakat Tanjung Gudang,” kata warga ini.

Lanjut sumber ini, warga memiliki Ti Selam kebanyakan dengan cara berhutang.

“Haruskah kami mengambil posisi hanya sebagai penonton di tempat kami sendiri, kami perlu menafkahi keluarga apalagi di masa pandemi saat ini,” katanya.

Harapan warga, bila PT. LSM yang kini memiliki IUP dan dianggap legal, maka agar warga juga bisa bekerja di IUP PT. LSM.

Sementara, Doni Ketua Forum Masyarakat Tanjung Gudang berharap agar aparat penegak hukum tidak mengamankan ponton-ponton TI Selam yang diparkir di tempat mereka sendiri.

“Jangan di ganggu karena kebanyakan usaha ini masih hutang, kami hanya berharap pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bisa memberi solusi dan kemudahan buat kami masyarakat Tanjung Gudang agar bisa bekerja mencari biji timah secara legal, khususnya untuk masyarakat Kecamatan Belinyu,” kata Doni. Andi Mulya

 

Catatan : Judul sebelumnya ‘Selebaran Provokatif Beredar, Warga Tanjung Gudang Minta Pemerintah Berikan Solusi’ diubah menjadi ‘Ops Penertiban Tambang Teluk Kelabat, Warga Tanjung Gudang Minta Pemerintah Berikan Solusi’. Demikian informasi ini disampaikan. Terimakasih (Redaksi)

Artikel ini telah dibaca 286 kali

Baca Lainnya