Nasional Satu Komando

Selasa, 16 Maret 2021 - 10:09 WIB

5 bulan yang lalu

Pasutri Yayan dan Husna, korban yang diduga dianiaya oknum TNI (Foto : TBO)

Pasutri Yayan dan Husna, korban yang diduga dianiaya oknum TNI (Foto : TBO)

Oknum TNI AL Diduga Aniaya Pasutri Warga Tanjung Gudang, Bujang Musa SH,. MH : Perbuatan Pelaku Mencoreng Nama TNI

TBOnline [BANGKA] — Pasangan suami istri Yanto (Yayan) dan Husna, warga Tanjung Gudang, Kelurahan Mantung,  Belinyu, diduga mengalami penganiayaan yang dilakukan Serma SU, oknum anggota TNI AL saat pasangan suami istri bersama ketiga anaknya ini menuju Pasar Belinyu, Selasa (09/03/21) sore.

Lokasi di Jalan Yos Sudarso, Belinyu yang diduga tempat penganiayaan korban Yanto dan Husna (Foto : TBO)

Dijumpai usai memberikan kuasa di kantor pengacara Bujang Musa, S.H, M.H., Yanto (Yayan) yang akrab disapa Roy menceritakan kronologis kejadian yang menimpa dirinya dan istri ini.

Diceritakan Roy, saat itu ia bersama istrinya Husna dan ketiga orang anaknya Ramadan Dazuliana (16 tahun), Rafa (7 tahun) dan Rafin (2 tahun), tengah mengendarai mobil menuju Pasar Belinyu untuk membeli perlengkapan sekolah. Saat itu, ketika mobil sampai di depan ruko pelaku yang terletak di pinggir Jalan Raya Yos Sudarso, terlihat pelaku yang tengah mengecat menghentikan aktivitas dan memandang sinis ke arah Roy.

Pengacara Bujang Musa SH MH (Foto : TBO)

“Lalu saya turun dari mobil, menghampiri pelaku dan bertanya ado salah apo kenek ni kau melihat kamek setiap kali ketemu seperti marah (ada salah apa, setiap kali bertemu kamu melihat kami seperti marah),” tutur Roy.

Seketika itu, Serma SU yang bertugas di Mako Lanal Babel menyerang Roy dengan pukulan bertubi-tubi di bagian kepala, tepatnya di bagian pelipis dan bagian belakang telinga, tak berapa lama Roy pun tersungkur.

“Ada kurang lebih 20 kali pukulan,” kata Roy.

Melihat suaminya dipukuli SU, Husna istri Roy langsung keluar dari mobil bermaksud melerai, namun justru Husna menerima satu kali tamparan keras SU.

“Kemudian kaki kiri saya ditendang,” tambah Husna.

Tak puas, SU kemudian mengambil tangga berbahan baja ringan yang tersandar di ruko untuk memukul tangan Husna.

“Malam itu juga korban (baca : Roy dan Husna) dibawa ke Puskesmas Belinyu untuk mendapatkan pengobatan, namun karena dokter tidak ada, maka keesokannya sekitar pukul 09.00 Wib barulah keduanya mendapatkan perawatan di Puskesmas Belinyu, ketika itu Roy juga meminta dokter puskesmas mengeluarkan surat keterangan sakit,” ungkap pengacara Bujang Musa, menirukan ucapan Roy.

“Akibat kejadian dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum TNI AL ini, klien kami Roy mengalami luka dibagian pelipis (kepala) kemudian di bagian belakang telinga sebelah kiri memar dan terasa sakit sehingga membuat pendengaran terganggu, akibatnya Roy tidak dapat melakukan aktivitas. Sedangkan istri Roy Husna mengalami sakit di bagian pelipis, lengan kiri membiru, kaki bengkak dan memar,” jelas Bujang Musa.Ditambahkannya, sikap dan perbuatan oknum pelaku sudah mencoreng nama TNI dan tidak mengindahkan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Kode Etik TNI, salah satu nya 8 wajib TNI yaitu ; Bersikap ramah tamah terhadap rakyat, Sopan santun terhadap rakyat, Menjaga kehormatan diri di muka umum, Senantiasa menjadi contoh dalam sikap dan kesederhanaan,Tidak sekali-kali merugikan rakyat, Tidak sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat dan Menjadi contoh dan Mempelopori usahausaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.“Atas kejadian yang menimpa klien kami ini, kami sudah membuat laporan ke Danlanal serta Dandenpomal Bangka Belitung. Semoga perkara ini cepat selesai,” tandas Bujang Musa, S.H, M.H. Andi Mulya

Artikel ini telah dibaca 1309 kali

Baca Lainnya