Headline Metropolitan

Minggu, 26 Juni 2022 - 14:11 WIB

2 bulan yang lalu

ILUSTRASI - Modus mafia tanah memalsukan sertifikat (foto : media indonesia)

ILUSTRASI - Modus mafia tanah memalsukan sertifikat (foto : media indonesia)

Menguak Jejak Mafia di Lahan Noer bin Oetan Cipedak Jaksel

TBOnline, JAKARTA ¤ Kisruh tanah di wilayah Cipedak, Jakarta Selatan, mengemuka setelah dugaan kemunculan mafia tanah yang bersekongkol dengan oknum aparatur pemerintah yang mengurusi objek pertanahan dengan modus menjual lahan lewat bukti kepemilikan (sertifikat) yang seolah-olah asli.

Penyisikan TBO, pada lahan di Jalan Timbul 3 RT008 / RW04, Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Kotamadya Jakarta Selatan-DKI Jakarta, menimbulkan polemik bahkan berujung pelaporan ke pihak penegak hukum. Pasalnya, salah satu konsumen yang mengklaim membeli lahan tersebut secara absah, nyatanya mendapati hak kepemilikan lain pada lahan tersebut.

Surat penjelasan (klarifikasi) dari pihak Kelurahan Cipedak kepada TBO (Foto : Tbo)

ALKISAH, arsip pada Letter C Girik C.61 Persil 94 Blok D11 menyebutkan tanah di Jalan Timbul 3 tersebut tercatat atas nama Noer bin Oetan. Catatan ini juga sesuai dengan keterangan pihak kelurahan yang ditorehkan dalam surat bernomor : 12471/1.711.1, yang ditandatangani Lurah Cipedak, setelah sebelumnya TBO memohon untuk melihat data tanah tersebut. Sementara, pada objek yang sama terbit sebuah sertifikat lain bernomor : 03303 atas nama Ny. Azizah Djamaloedin, dengan luas tanah 381 m2. Sertifikat terakhir ini menimbulkan pertanyaan besar, apakah terbit dari girik Noer bin Oetan.  

Sementera itu, hingga kini proses hukum masih berjalan di Mapolres Jakarta Selatan (Bagian Harda Unit 2) atas laporan bernomor : LP/376/K/III/2017/Restro Jaksel tanggal 15 Maret 2017, dengan pelapor Dr Chaula I Sukasah dan terlapor Bambang Cahyono. Pihak penyidik Polres Metro Jaksel telah beberapa kali menyambangi lokasi dan meminta keterangan para pembeli lahan tersebut. Dalam proses hukum ini para konsumen atau pembeli lahan kooperatif kerena mereka tidak tahu menahu tentang tanah tersebut.

Sertifikat atas nama Azizah Djamaloeddin di Jalan Timbul III, Cipedak, Jagakarsa, Jaksel (Foto : Tbo)

“Kami beli dengan ahli waris Noer bin Oetan yang sesuai tertera dalam girik,” ungkap salah seorang konsumen.

Mutar, salah satu ahli waris Noer bin Utan saat dikonfirmasi TBO mengaku telah membayar sejumlah uang kepada Bambang Cahyono. Bahkan Mutar menegaskan memiliki bukti penyerahan uang ini.

“Diduga uang tersebut digelapkan Bambang Cahyono dan tidak disampaikan kepada yang berhak menerima. Ironisnya keturunan atau ahli waris Noer bin Oetan yakni Bapak Mutar tidak mengetahui bahwa tanah yang ia bayar tersebut milik kakeknya,” ungkap sumber TBO.

Martin, kuasa hukum Mutar mengaku tengah melakukan langkah hukum perdata atas perkara kliennya ini. “Kita sedang melakukan langkah hukum untuk mengajukan gugatan perdata di PN Jakarta Selatan guna mempertahankan hak klien kami sebagai keturunan ahli waris Noer bin Oetan. Kita sedang mengumpulkan bukti-bukti otentik kepemilikan Noer bin Oetan sesuai data yang ada,” kata Martin.  

Diketahui, kisruh tanah di Cipedak ini, senasib dengan berbagai perkara lahan untuk kavling DKI di wilayah Jagakarsa pada tahun 1973-1974 di masa Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Dalam perjalanannya, lahan tersebut tidak pernah di acc pemerintah, karena merupakan lahan basah atau area persawahan. Namun, sampai saat ini kasus kavling DKI tersebut jadi tumpang tindih karena dimanfaatkan segelintir oknum dan mafia tanah. Ironis, karena ahli waris yang sah mengaku tidak pernah menjual lahan tersebut. Hal ini bisa dibuktikan melalui warkah (alat pembuktian data fisik dan data yuridis bidang tanah -red) maupun dokumen sengketa dan tidak sengketa atas tanah tersebut. Sopian

 

Revisi : Judul awal berita ini “Menyusuri Jejak Mafia di Tanah Kavling DKI Cipedak Jaksel” diganti menjadi “Menguak Jejak Mafia di Lahan Noer bin Oetan Cipedak Jaksel”. Hal ini karena pada lahan Noer bin Oetan tidak ada sangkut pautnya dengan lahan Kavling DKI

Artikel ini telah dibaca 3407 kali

Baca Lainnya