Metropolitan Nasional

Minggu, 12 Juni 2022 - 10:00 WIB

4 minggu yang lalu

Rumah Satrio Arismunandar di Kecamatan Sukmajaya, Depok (foto : mediakita)

Rumah Satrio Arismunandar di Kecamatan Sukmajaya, Depok (foto : mediakita)

Masalah Satrio Arismunandar Dengan BTN, Kuasa Hukum Sugeng Teguh Santoso Akan Laporkan Pidana

TBOnline, JAKARTA ¤ Sugeng Teguh Santoso, kuasa hukum wartawan senior Satrio Arismunandar, memberikan pernyataan keras terkait permasalahan kliennya dengan pihak Bank Tabungan Negara (BTN) Persero dan PT Bangun Properti Nusantara.

Kedatangan 9 orang petugas BTN (Persero) dan dibonceng oleh PT Bangun Properti Nusantara pada malam hari adalah tindakan intimidasi, serta menegaskan bahwa BTN menyetujui tindakan melawan hukum orang-orang PT Bangun Properti Nusantara yang bergaya preman tersebut. Karena itu, kami akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan pidana,” tegas Sugeng, yang juga Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Minggu (12/6).

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso (Foto : Detik)

Dalam siaran pers IPW yang diterima TBO, Sugeng mengungkap duduk perkara permasalahan ini terjadi ketika kliennya mengalami hambatan dalam melunasi pinjaman di bank plat merah tersebut. Kemudian, pihak ketiga PT Bangun Properti Nusantara yang mengaku atas perintah BTN, aktif melakukan penagihan ke rumah Satrio, terakhir bahkan mengupayakan pengosongan rumah. Tindakan PT Bangun Properti Nusantara ini dianggap kliennya sebagai tindakan intimidatif dan tidak manusiawi. Terakhir, masalah ini pun tersebar di media.  

“Pada Jum’at (10/6) malam, sembilan orang yang terdiri dari para petugas BTN, termasuk dua pimpinan PT. Bangun Properti Nusantara mendatangi rumah wartawan senior Satrio Arismunandar yang akan dikosongkan di Kecamatan Sukmajaya, Depok II Tengah. Kedatangan ini terjadi sesudah menyebarnya berita bahwa BTN telah membocorkan rahasia nasabah kepada “pihak ketiga” PT. Bangun Properti Nusantara. Yakni, terkait data Yuliandhini istri Satrio, yang meminjam dari BTN dan mengalami kesulitan untuk melunasi,” kata Sugeng.

Saat itu, lanjut Sugeng, petugas BTN bernama Pandu dihadapan Satrio dan Yuliandhini mengklarifikasi bahwa berita yang beredar tersebut tidak benar, dan menyatakan bahwa pihak BTN tidak melakukan kesalahan dengan menggunakan PT. Bangun Properti Nusantara untuk melakukan praktik “pembinaan” terhadap nasabah yang bermasalah seperti Satrio dan Yuliandhini. Pandu juga menegaskan yang dilakukan selama ini sudah benar dan sesuai aturan yang ada.

“Dari penjelasan petugas bernama Pandu ini, berarti diakui bahwa tindakan PT. Bangun Properti Nusantara adalah atas perintah BTN. Termasuk di dalamnya, tindakan mengintimidasi Satrio dan keluarganya, yang diminta mengosongkan rumah saat itu juga pada 4 Juni 2022. Sangat disayangkan, pihak BTN masih menggunakan cara-cara yang menciderai prinsip-prinsip profesional dan prudence dari perbankan. Untuk itu kita akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan pidana,” tandas Sugeng Teguh Santoso. Ilham

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya