Metropolitan Nasional

Kamis, 9 Juni 2022 - 08:51 WIB

4 minggu yang lalu

Bryan Yoga Kusuma, korban pengeroyokan di Holywings Jogja (foto:detik)

Bryan Yoga Kusuma, korban pengeroyokan di Holywings Jogja (foto:detik)

Malam Jahanam di Holywings Jogja, IPW Minta Oknum Polres Sleman Dipecat

TBOnline, JAKARTA ¤ Kasus pengeroyokan terhadap Bryan Yoga Kusuma di HolyWings Jogja pada Sabtu (4/6) dini hari, yang diduga melibatkan oknum anggota Polres Sleman, menjadi perhatian Indonesia Police Watch (IPW).

Dalam rilis yang diterima redaksi TBO, IPW mendesak oknum anggota Polres Sleman tersebut dipecat karena mencederai marwah institusi polri, terlebih Kapolda DIY Irjen Asep Suhendar telah berjanji akan memproses pidana kedua anggota nya tersebut.

“Kepastian (pidana) ini setelah dilakukan gelar perkara oleh Subdit Paminal, Direktorat Propam Polda DIY, dan setelah memeriksa 4 orang sipil dan 13 anggota polisi. Hasilnya, ada pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri berinisial LV dan AR,” ungkap Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso, Rabu (8/6/2022).

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso (foto:tribun)

Oleh sebab itu, kata Sugeng, IPW mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberhentikan dua anggota Satreskrim Polres Sleman yang ikut menganiaya Bryan Yoga Kusuma ini. Sebab, perbuatan penganiayaan anggota berinisial LV dan AR ini jelas melanggar peraturan perundan-undangan.

“Pada Pasal 13 ayat 1 PP 1 Tahun 2003 secara tegas disebutkan, anggota Polri dapat diberhentikan tidak dengan hormat dari dinas Polri karena melanggar sumpah/janji anggota Polri, sumpah/janji jabatan, dan/atau Kode Etik Profesi Polri. Selain itu pada Pasal 5 huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 tentang Disiplin Anggota Polri disebutkan bahwa dalam rangka memelihara kehidupan bernegara dan bermasyarakat, anggota Polri dilarang melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan dan martabat negara, pemerintah atau Polri,” jelas Sugeng.

IPW menjelaskan peristiwa penganiayaan ini, berawal pada Jum’at malam (3/6) saat Bryan Yoga Kusuma bersama beberapa kawannya : Albert Wijaya, Aprio Rabadi, Yogi Adhika Pratistha dan Irawan mengunjungi HolyWings Yogyakarta sekitar pukul 23.30 Wib.

Kemudian sekitar pukul 02.00 Wib, Sabtu dini hari (4/6), Bryan diprovokasi oleh seorang bernama Carmel, dan berujung pada perkelahian di depan parkiran HolyWings. Saat itu, Carmel memanggil temannya yang bernama Leo yang kemudian mengumpulkan seluruh security, preman, tukang parkir, provost dan PM untuk memprovokasi Bryan.

“Saat kejadian itu, Bryan Yoga dihajar kurang lebih selama 1 jam oleh sekitar 20 orang. Anehnya, ada oknum polisi yang terlibat,” kata Sugeng.

Setelah keadaan agak kondusif, Bryan dan Albert diberikan opsi jalan tengah untuk menyelesaikan masalah di Polres Sleman. Namun saat di Polres, Bryan dan Albert masih mendapat siksaan dan pukulan, sementara anggota polisi yang ada hanya diam dan tidak memberikan pertolongan.

“Dengan terjadinya peristiwa ini, sudah sepatutnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengevaluasi Kapolres Sleman AKBP Achmad Imam Rifai dari jabatannya. Pasalnya, Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Pengawasan Melekat di Lingkungan Polri tidak dijalankan. Akibatnya, penganiayaan oleh anggota Polri kepada masyarakat sipil terjadi tanpa kendali,” tandas Sugeng. Ilham

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya