Kabupaten Sukabumi

Kamis, 1 April 2021 - 08:56 WIB

1 bulan yang lalu

Laskar Fisabilillah Sukabumi Harap Masyarakat Tidak Terprovokasi Atas Peristiwa Bom di Makasar

TBOnline [SUKABUMI] — Peristiwa pengeboman pada Minggu 28 Maret 2021 di depan gereja katedral Makasar yang menyebabkan dampak perkembangan isu terorisme mendapatkan perhatian khusus dari Laskar Fisabilillah Sukabumi  untuk mengharapkan kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu terorisme yang berakibat pada perpecahan umat beragama.

Ketua Umum Laskar Fisabilillah Ustadz Abi Kholil Assubki mengatakan bahwa peristiwa pengeboman di depan gereja ini motifnya untuk menciptakan sentegrasi umat beragama yang di duga mengambing hitamkan islam.

Sasaran framing yang di bangun Islam akan di tuduh dalang sehingga menjadi common ennemy kata Ustadz Kholil Rabo 31/3/21 di Sukabumi.

Di katakanya, “Beredarnya pemberitahan di salah satu media bahwa pelaku yang di duga teroris tersebut, Condet saat sidang Habaib Rizieq ini akan membangun opini publik bahwa Islam adalah dalang dari pengeboman tersebut”,tuturnya.

Lebih lanjut pihaknya menilai setiap peristiwa teror sepeti kasus pemboman ini seringkali mencap Islam pelakunya dan ini sebagai bentuk Islam phobia (ketakutan berlebihan terhadap kebangkitan Islam di Indonesia) karna itu Islam akan di jadikan musuh bersama.

Ustadz Kholil mengatakan, “Terorisme tidak terdapat pada ajaran agama manapun di mana setiap agama mengandung unsur perdamaian ajaran kasih sayang dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Artinya adanya pengeboman ini bukan dari unsur konflik antar agama, melainkan dari otak yang sengaja membuat perpecahan dan membangun freming Islam sebagai sarang terorisme membenci agama lain dan di cap tidak anti kemanusiaan, karna TKP di depan gereja.

Tamba Ustadz Kholil,” Modusnya operandi di balik peristiwa tindakan teror pemboman ini bisa jadi menjadikan Islam musuh bersama dan proses pelemahan kebangkitan Islam di indonesia kemudian menjadikan ulama dan penganutnya sebagai target oprasi untuk di lumpukan total”,ujarnya.

“Oleh karna itu kami mendesak kepada Kapolda Jabar dan juga Kapolri untuk menyampaikan kepada masyarakat Indonesia agar tidak terprovokasi dengan isu terorisme yang menyudutkan Islam dan memberikan informasi yang baik dan akurat kepada publik demi terwujudnya perdamaian nasional”,tutup Ustadz kholil.

“Tidak mungkin terorisme terlahir dari agama dia hanya produk dari akal yang tidak sehat hati yang keras dan jiwa yang sombong”,sambungnya. Nuryasin Anwar

Artikel ini telah dibaca 217 kali

Baca Lainnya