Metropolitan Nasional

Sabtu, 1 Mei 2021 - 15:41 WIB

2 bulan yang lalu

Larangan Mudik Lebaran 2021, Ini Daftar Lengkap dan Sanksinya

TBOnline [JAKARTA] — Larangan mudik Lebaran mulai 6-17 Mei 2021 kini diperketat dan diperluas hingga 24 Mei 2021, hal ini diatur dalam Surat Edaran Mudik Lebaran 2021 yang diteken pada Rabu (21/4) pekan lalu.

Surat edaran Satgas COVID 2021 itu merupakan adendum SE 13/2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Adendum mengatur perluasan waktu pengetatan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN), yakni H-14 larangan mudik (22 April-5 Mei 2021) dan di H+7 larangan mudik (18-24 Mei 2021).

Berikut aturan lengkap larangan mudik Lebaran 2021 untuk sektor darat, laut, udara, dan kereta api:

Angkutan Darat

  • Kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang.
  • Kendaraan motor perseorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil bus, dan sepeda motor serta kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan.

Ada pengecualian bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan saat larangan mudik Lebaran 2021, yaitu:

  • Yang bekerja atau perjalanan dinas untuk ASN, pegawai BUMN, pegawai BUMD, POLRI, TNI, pegawai swasta yang dilengkapi surat tugas dengan tanda tangan basah dan cap basah dari pimpinannya
  • Kunjungan keluarga yang sakit
  • kunjungan duka anggota keluarga yang meninggal dunia
  • Ibu hamil dengan satu orang pendamping
  • Kepentingan melahirkan maksimal dua orang pendamping, serta pelayanan kesehatan yang darurat.
Pengecualian kendaraan yang boleh melakukan perjalanan selama larangan mudik Lebaran 2021 :
  • Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI
  • Kendaraan dinas operasional, berpelat dinas TNI/POLRI
  • Kendaraan dinas operasional petugas jalan tol
  • Kendaraan pemadam kebakaran, ambulan, dan mobil jenazah
  • Mobil barang dan tidak membawa penumpang
  • Kendaraan untuk kesehatan darurat, ibu hamil dan keluarga intinya akan mendampingi
  • Kendaraan yang mengangkut repatriasi pekerja imigran Indonesia, WNI, pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Untuk wilayah perkotaan, ada beberapa daerah yang masih boleh melanjutkan atau melakukan kegiatan pergerakan adalah:

  • Aglomerasi Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo
  • Aglomerasi Jabodetabek
  • Bandung Raya
  • Semarang-Kendal-Demak-Ungaran-Purwodadi
  • Yogyakarta Raya
  • Solo Raya
  • Gerbang Kerto Susilo (Gersik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo)
  • Makassar-Takalar-Maros.

Bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan, tidak memenuhi persyaratan melakukan perjalanan, itu akan diputar balik. Khusus pada kendaraan travel akan dilakukan tindakan tegas oleh kepolisian baik berupa penilangan atau sesuai UU yang ada. Pengecualian kendaraan di angkutan penyeberangan di Merak-Bakaheuni, Ketapang-Gilimanuk, Padang Bai-Lembar, Kayangan-Pototano dan yang lain, yakni:

  • Kendaraan pengangkut logistik atau barang pengangkut kebutuhan pokok
  • Kendaraan pengangkut obat-obatan dan alat kesehatan
  • Kendaraan pengangkut petugas operasional dan petugas penanganan COVID-19
  • Kendaraan pemadam kebakaran, ambulan, dan mobil jenazah.

“Dalam pelaksanaannya, kami bersama POLRI, TNI dan lainnya dari mulai tanggal 6 kami sudah akan memasuki pos check point. Ada 330 pos,” ujar Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi.

Angkutan Laut

Dirjen Perhubungan Laut, Agus H Purnomo, menjelaskan pihaknya akan membuka posko di 51 pelabuhan pantau di rentang waktu H-15 dan H+15 lebaran, hal ini untuk mendukung pada H-7 dan H+3 tanggal 6-17 Mei.

“Hampir seluruh angkutan umum tidak diizinkan. Imbauan untuk pekerja migran agar tidak datang ke Indonesia. Kalau darurat, disiapkan fasilitas khusus termasuk bila ada penggantian ABK kapal,” kata Agus.

Khusus daerah pada masa Lebaran cukup tinggi penumpangnya, Dirjen Hubla akan mulai melakukan sosialisasi ke kapal penumpang. Selain itu, penumpang akan meminta pemesanan tiket secara online agar di waktu pelarangan tidak ada lagi penumpukan.

Angkutan Udara

Untuk penerbangan yang dilakukan pelarangan adalah:

  • Larangan sementara penggunaan transportasi udara, berlaku untuk angkutan udara niaga dan angkutan udara bukan niaga
  • Badan usaha udara yang akan melakukan yang dikecualikan dapat menggunakan izin rute eksisting atau menggunakan mengajukan flight approval (FA).

Pengecualian penerbangan tidak berlaku untuk:

  • Pengecualian tidak diberlakukan untuk perjalanan pimpinan tinggi negara RI dan tamu kenegaraan
  • Operasional kedutaan besar, konsulat jenderal, dan konsulat asing serta perwakilan organisasi internasional yang ada di Indonesia
  • Operasional penerbangan khusus repatriasi, tidak untuk angkutan lebaran mudik pemulangan WNI atau WNA
  • Operasional penegakan hukum, ketertiban dan pelayanan darurat, juga di dalamnya kita mengakomodasi angkutan kargo, operasional udara perintis, dan operasional lainnya dengan seizin Kemenhub.
“Kami akan memberlakukan sanksi berupa badan usaha angkutan udara yang melakukan pelanggaran dikenai sanksi administratif sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku,” ujar Dirjen Perhubungan Udara, Novie Riyanto Raharjo.

Angkutan Kereta Api

Angkutan mudik Lebaran menggunakan kereta api antar kota akan ditiadakan. Kalau untuk angkutan perkotaan tetap berjalan tapi akan ada pembatasan frekuensi dan jam operasional. Pengecualian untuk:

  • Perjalanan dinas
  • Perjalanan duka
  • Perjalanan yang sakit, semua seizin Dirjen Perkeretaapian

“Adapun sanksi buat yang nekat mudik naik kereta, akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi pelanggar saat masa larangan mudik,” ujar Dirjen Perkeretaapian, Danto Restyawan. Ilham /(dtk)

Artikel ini telah dibaca 1115 kali

Baca Lainnya